Cek Fakta: Tidak Benar Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Polisi Mabuk Miras

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan akun Facebook Ridwan Jaya pada 28 Maret 2021.

Akun Facebook Ridwan Jaya mengunggah gambar berisi narasi sebagai berikut:

"Bom meledak didepan Gereja katedral Makasar 28 maret 2021. Diduga kuat pelaku adalah 3 orang Polisi yang sedang mabuk Miras".

"Skenarioo rezim bahlul ala Jokonwi Dj4nncuuk tenan..

inilah keganasan & kebiadaban rezim JOKONWIMaksud hati mau Niat jahat. Adu domba antar umat beragama.

Apa daya Boom keburu meledak ketika di pasang Polisi Komunis Indonesia ( PKI ).

kami umat Kristen mengutuk keras para pelaku dan yg memerintahnya.

Smg tuhan Yesus mengutuk mereka dunia akhirat. Ameein.

Smg umat Kristen tdk terprovokasi menyalahkan umat lain.

Halelluyaa..fuji tuhan Yesus.......," tulis akun Facebook Ridwan Jaya.

Konten yang disebarkan akun Facebook Ridwan Jaya telah 12 kali dibagikan dan mendapat 24 komentar warganet.

Benarkah pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras? Berikut penelusurannya.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "identitas pelaku bom gereja katedral makassar" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan identitas dari pelaku bom di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Satu di antaranya artikel berjudul "Bomber Katedral Makassar Suami-Istri, Baru Menikah 6 Bulan" yang dimuat situs Liputan6.com pada 29 Maret 2021.

Liputan6.com, Jakarta Polisi mengidentifikasi identitas dua terduga teror yang beraksi di Gereja Katedral pada Minggu (28/3/2021) kemarin. Mereka adalah pasangan suami-istri yakni L dan SWF.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, dari data yang diperoleh dua bomber Gereja Katedral Makassar itu baru menikah enam bulan lalu.

"Betul pelaku pasangan suami istri baru menikah enam bulan," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Argo menyampaikan, Densus 88 Antiteror terus mendalami jejak kedua pelaku teror. Menurut infoyang diterima, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina.

"Pelaku berafiliasi dengan JAD," ujar dia.

Saat ini, Argo menyebut polisi telah menggeledah sejumlah tempat untuk mengumpulkan bukti-bukti. Salah satu yang disasar adalah rumah terduga pelaku.

"Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya. Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dah kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas," ujar dia.

Bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Berdasarkan keterangan awal disebut pelaku berjumlah dua menggunakan sepeda motor secara berbocengan. Keduanya hendak masuk ke dalam gereja namun dihalau oleh petugas keamanan. Bom pun meledak hingga melukai belasan orang dan merusak beberapa fasilitas.

"Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan," tutup Argo.

Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan memasukkan kata kunci "tiga polisi mabuk miras pelaku bom makassar" di kolom pencarian Google Search. Hasilnya tidak ada artikel dari media arus utama yang memberitakan kabar tersebut.

Referensi:

https://www.liputan6.com/news/read/4518296/bomber-katedral-makassar-suami-istri-baru-menikah-6-bulan

Kesimpulan

Klaim pelaku bom Gereja Katedral Makassar tiga polisi yang sedang mabuk miras ternyata tidak benar. Faktanya, pelaku bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan adalah pasangan suami-istri berinisial L dan SWF.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: