Cek Fakta: Tidak Benar Penerima Vaksin Perdana Covid-19 dari Pfizer Meninggal Dunia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang penerima vaksin Covid-19 perdana dari Pfizer meninggal dunia beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Tra pada 7 Januari 2020.

Akun Facebook Tra mengunggah artikel berjudul "Innalilahi, Penerima Vaksin Perdana Meninggal Dunia Usai Disuntik Pfizer" yang dimuat situs kapanviral.com.

"Innalilahi, Penerima vaksin perdana kini telah meninggal dunia," tulis akun Facebook Tra.

Konten yang disebarkan akun Facebook Tra telah 251 kali dibagikan dan mendapat 157 komentar warganet.

Benarkah kabar tentang penerima vaksin Covid-19 perdana dari Pfizer meninggal dunia? Berikut penelusurannya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang penerima vaksin Covid-19 perdana dari Pfizer meninggal dunia.

Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "orang pertama divaksin pfizer". Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut.

Satu di antaranya artikel berjudul "Margaret Keenan, Nenek 90 Tahun di Inggris Terima Suntikan Kedua Vaksin COVID-19" yang dimuat situs Liputan6.com pada 30 Desember 2020.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa orang pertama di dunia yang disuntik vaksin Covid-19 dari Pfizer adalah Margaret Keenan asal Inggris. Kini, nenek berusia 90 tahun itu telah mendapatkan suntikan vaksin kedua.

Liputan6.com, Jakarta- Margaret Keenan, orang pertama di dunia yang menerima vaksin COVID-19 produksi Pfizer di Inggris, telah menerima suntikan dosis keduanya.

Dilaporkan BBC News, Rabu (20/12/2020) seorang nenek berusia 91 tahun tersebut diberikan suntikan vaksin COVID-19 lanjutannya di University Hospital di Coventry - tiga pekan setelah suntikan yang pertama.

Kepala eksekutif rumah sakit itu, Andy Hardy pun menyampaikan bahwa pihak rumah sakit turut "senang" menyambut kembali Keenan.

Diketahui bahwa dua dosis vaksin COVID-19 diperlukan untuk memberikan perlindungan terbaik.

Keenan, yang berasal dari Enniskillen, Co Fermanagh, menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 pada 8 Desember2020, sepekan sebelum ulang tahunnya yang ke 91.

Ia pun menggambarkan vaksinasi terhadapnya itu sebagai "hadiah ulang tahun awal yang terbaik".

Pada saat itu, NHS Inggris mengatakan bahwa Keenan akan menjalani "booster jab" 21 hari kemudian "untuk memastikan bahwa ia memiliki kesempatan terbaik untuk dilindungi dari Virus Corona".

Pihak rumah sakit menyatakan, bahwa Keenan dalam kondisi baik setelah menerima suntikan vaksin keduanya.

Vaksinasi awal di Inggris diberikan di rumah sakit, tetapi peluncurannya kemudian meluas ke lokasi yang dipimpin oleh GP dan rumah perawatan - dengan lebih dari 600.000 orang telah menerima vaksinasi awal, menurut data dari Departemen Kesehatan Inggris.

"Staf kami yang bekerja keras telah terlibat dalam program vaksinasi tetap berkomunikasi dengan keluarga Margaret sejak hari itu dan kami senang bahwa ia terus dalam dengan baik di rumah setelah dipulangkan" ujar Hardy.

"Penting bahwa setiap orang ikut serta untuk mendapatkan suntikan (vaksin) mereka ketika diajak untuk melakukannya," tambah Hardy.

Liputan6.com juga membuka artikel berjudul "Innalilahi, Penerima Vaksin Perdana Meninggal Dunia Usai Disuntik Pfizer" yang dimuat situs kapanviral.com pada 6 Januari 2020.

Artikel tersebut berisi klarifikasi dari otoritas kesehatan, Swissmedic mengenai lansia yang dikabarkan meninggal dunia usai disuntik vaksin Pfizer. Namun isi dari artikel tersebut berbeda dengan judul yang ditampilkan.

Kesimpulan

Kabar tentang penerima vaksin Covid-19 perdana dari Pfizer meninggal dunia ternyata tidak benar. Faktanya, orang yang pertama kali disuntik vaksin Covid-19 dari Pfizer adalah Margaret Keenan, warga Inggris yang saat ini masih hidup.

Nenek berusia 90 tahun itu, kini telah mendapatkan vaksin kedua. Konten yang disebarkan akun Facebook Tra tidak sesuai dengan fakta sebenarnya dan masuk kategori palsu.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: