Cek Fakta: Tidak Benar Pernyataan Waketum MUI Anwar Abbas Tentang Urus Pelaku Bom Bunuh Diri Secara Islam

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam.

klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam diunggah akun Facebook Filipitwo Tentoeleven, pada 1 April 2021.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar judul artikel "Wakil Ketua MUI: Bom di Gereja Makassar Jangan Dikaitkan dengan Agama".

Dalam tangkapan layar tersebut terdapat foto Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas, kemudian pada bagian bawah foto terdapat tulisan sebagai berikut:

"Waketum MUI: Urus Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Secara Islam"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Sesama teroris harus saling membela"

Benarkah pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam, dengan menghubungi langsung Anwar Abbas.

Anwar Abbas menyatakan, tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pengurusan jenazah pelaku bom bunuh diri secara Islam.

"Saya tidak pernah bicara tetang penyelenggaraan jenazah mereka," kata Anwar, saat berbincang dengan Liputan6.com.

Anwar sebelumnya mengeluarkan tanggapan tentang ledakan bom di Makassar, namun dalam tanggapan tersebut tidak ada kalimat yang menyatakan tentang pengurusan jenazah pelaku bom bunuh diri secara Islam.

Berikut tanggapan Anwar Abbas terkait ledakan bom di Massar:

"Mui mengutuk dengan keras tindakan pelaku peledakan bom di makasar pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah2 masyarakat dan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Tindakan ini jelas2 tidak bisa ditolerir karena jelas2 sangat tidak manusiawi dan sangat2 bertentangan dengan nilai2 dari ajaran agama manapun yang diakui di negeri ini.

Untuk itu MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual serta pihak2 yang ada di balik peristiwa ini serta membongkar motiv dari tindakan yang tidak terpuji tersebut.

Di samping itu Mui juga meminta supaya masalah ini jangan di kait2kan dengan agama dan atau suku tertentu di negeri ini karena hal demikian akan semakin membuat rumit dan keruhnya suasana."

Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Anwar Abbas Urus Jenazah Pelaku Bom Secara Islam'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Deretan Tanggapan Usai Ledakan Diduga Bom Terjadi di Gereja Katedral Makassar" dimuat situs liputan6.com, pada 28 Maret 2021.

Dalam artikel tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengutuk keras kejadian ledakan diduga bom di gereja tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengutuk keras kejadian ledakan diduga bom di gereja tersebut.

"MUI mengutuk dengan keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Minggu (28/3/2021).

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pernyataan Wakil Ketua MUI KH Anwar Abbas tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam tidak benar.

Anwar Abbas tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang mengurus pelaku bom bunuh diri secara Islam.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut