Cek Fakta: Tidak Benar Ramuan Herbal untuk Obat Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Informasi tentang ramuan herbal untuk kesehatan paru-paru dan otak beredar di aplikasi pesan WhatsApp. Informasi ini juga mengklaim bahwa resep herbal tersebut bisa dikonsumsi untuk yang sedang mengalami Covid-19.

Berikut adalah narasi yang tersebar:

Resep herbal untuk kesehatan paru2 dan otak

- 1 biji jeruk purut sedang

- 2 nbiji jeruk nipis sedang

- Garam 1 sdt

- Madu 100 ml

- Classic enzyme 1 tutup botol

- Air minum 10 literatau cukup campurkan 1 liter air, tapi sewaktu mau diminum diencerkan lagi 1:10 dengan air minum.

Campurkan semua bahan termasuk kulit jeruk nya ( jeruknya di potong dan peras airnya) masukin jadi satu dan diamkan 10 menit kemudian baru diminum, kalo gak habis bisa simpan di kulkas utk minum besok nya lagi.

Awalnya sy gak ngeh kenapa asisten Dr Rosukon membagikan resep ke sy saat isoman ini utk menjaga melindungi kesehatan paru2 dan otak dan apa kaitan nya dengan otak? Selama ini sy Taunya kena covid-19 itu hanya masalah di pernafasan. Nah setelah sy renungkan dan banyak teman2 yg sesudah selesai isoman mengatakan agak pelupa atau pikun, sy baru mulai paham.

Dan setelah sy ikuti YouTube tentang penjelasan para dokter yg mengatakan bahwa virus Corona tidak hanya menyerah pernafasan dan saraf penciuman kita, tapi juga menginfeksi sistem saraf dan otak. Dari sini sy baru paham Mari jaga kesehatan paru2 dan otak kita dimasa pandemic ini.

-Jokoryanto EEN.

Lalu benarkah ramuan herbal tersebut bisa menyembuhkan pasien dari virus corona Covid-19? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri terkait informasi resep herbal tersebut dengan menghubungi Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof Dr Zullies Ikawati, Apt.

"Sampai saat ini belum ada satupun herbal yang teruji secara klinis untuk penyembuhan Covid-19, apalagi sebagai antivirus corona," ujarnya kepada Liputan6.com, pada Kamis (17/09/2021).

Prof Zullies juga menyebutkan, sebagian besar produk herbal digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh keseluruhan bukan spesifik untuk Covid-19 saja.

Dirinya mengaku, belum pernah menemukan ramuan tersebut. Menurutnya, bahan-bahan yang dituliskan dalam resep herbal itu tidak memiliki signifikansi satu dengan yang lain. Terlebih lagi dengan adanya classic enzym pada ramuan tersebut. Padahal, ungkap Zullies, Classic enzyme adalah zat yang digunakan untuk fermentasi.

Kesimpulan

Informasi terkait ramuan herbal untuk obat Covid-19 yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp adalah salah. Faktanya, hingga saat ini belum ada satupun herbal yang teruji secara klinis untuk penyembuhan Covid-19.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel