Cek Fakta: Tidak Benar WHO Sebut COVID-19 Sama Seperti Flu Biasa dan 500 Ribu Orang di AS Tewas karena Vaksin

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini beredar informasi megenai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus corona COVID-19 sama seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia karena divaksin.

Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 25 Oktober 2021. Dalam unggahnnya terdapat foto Reiner Fuellmich dan disertakan narasi sebagai berikut.

"INNALILLAHI....‼️WHO MENGAKUI VIRUS COVID SAMA SEPERTI FLU BIASA, 500.000 ORANG AMERIKA MATI KARENA DIVAKSIN".

Lalu, benarkah WHO mengakui Virus COVID-19 seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang di Amerika Serikat yang meninggal karena vaksin? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek fakta Liputan6.com menelusuri informasi tersebut dengan menggunakan Google search dan tidak ada artikel resmi dari WHO yang menyatakan COVID-19 sama seperti flu biasa.

Namun, Cek Fakta Liputan6.com menemukan artikel dengan judul "COVID-19, cold, allergies and the flu: What are the differences?" yang dirilis oleh Mayo Clinic.

Dalam artikel disebutkan bahwa COVID-19 dan flu biasa sama-sama disebabkan oleh adanya virus. Tetapi, keduanya memiliki perbedaan, yaitu COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 dan flu biasa disebabkan oleh rhinovirus.

Sementara itu, menurut data dari Johns Hopkins University & Medicine total kematian COVID-19 di Amerika Serikat adalah 743.358 orang per Jumat (29/10/2021) pukul 11.40 WIB.

Menurut data, jumlah tersebut adalah merupakan orang yang meninggal karena terinfeksi COVID-19 bukan karena vaksin.

Melansir dari US News dengan artikel yang berjudul "CDC Study: COVID-19 Vaccines Not Linked to Higher Risk of Death", hasil dari studi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menunjukkan, tidak ada peningkatan risiko kematian pada orang yang telah divaksin COVID-19.

Studi juga mencatat orang yang divaksinasi sebenarnya memiliki tingkat kematian yang lebih rendah daripada orang yang tidak divaksin COVID-19.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/covid-19-cold-flu-and-allergies-differences/art-20503981

https://www.usnews.com/news/health-news/articles/2021-10-22/cdc-study-covid-19-vaccines-not-linked-to-higher-risk-of-death

https://coronavirus.jhu.edu/map.html

Kesimpulan

Kabar tentang WHO mengakui COVID-19 sama dengan flu biasa ternyata tidak benar. Faktanya, COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 sedangkan flu biasa disebabkan oleh rhinovirus. Sementara itu, kematian 500 ribu warga AS karena vaksinasi juga tidak benar.

Faktanya, kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di AS sebanyak 743.358 orang per Jumat (29/10/2021). Kematian ini juga disebabkan terinfeksi virus COVID-19 bukan karena divaksinasi.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel