Cek Fakta: Tidak Benar Tank dalam Video Ini Menyekat Jalur Mudik Perbatasan Bekasi - Bogor

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video tank diterjunkan menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor.Klaim tersebut diunggah akun Facebook Ayu Kurnia, pada 7 Mei 2021.

Unggahan klaim video tank diterjunkan untuk menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor tersebut berupa video yang menampilkan sejumlah orang mengenakan seragam loreng berwarna hijau, kemudian terdapat tank yang berjalan dari jalur aspal menuju jalan tanah.

Dalam video terdapat narasi suara sebagai berikut:

"Penyekatan mudik di perbatasan Bekasi-Bogor nggak tanggung-tanggung TNI nurunin Tank Baja. Yang mau mudik biar dibom,"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Hati² bagi yang mudik lewat perbatasan Bekasi_Bogor sudah disediakan thank baja,, Yang berani lewat biar di bom😀😀😀😀😀😀Ruwet ruwetAstaghfirullaahal'adziim..."

Benarkah klaim video tank menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video tank diterjunkan untuk menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor, dengan nangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Yandex dan Google Image. Namun, tidak ada situs yang memuat gambar dan video serupa.

Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci 'tank tutup jalur mudik'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Kapendam Jaya Bantah Video Viral Tank TNI AD Menyekat arus Mudik" yang dimuat situs kodamjaya-tniad.mil.id, pada 7 Mei 2021.

Artikel situs kodamjaya-tniad.mil.id menyatakan, tersebarnya video Viral pada tanggal 6 Mei 2021 yang menyatakan bahwa TNI AD menurunkan Tank Baja guna penyekatan pemudik di wilayah Bekasi menjadi perhatian serius pimpinan TNI AD. Demikian disampaikan Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/5/2021).

Herwin menjelaskan bahwa keberadaan Tank Baja jenis AMX di Jalan raya Narogong Cileungsi tersebut bukan untuk melakukan penyekatan bagi para pemudik, namun keberadaan Ranpur milik Yonarmed-7/105 GS itu adalah dalam rangka Latihan Taktis Tingkat Baterai TW II TA 2021. “Jadi sama sekali tidak benar, apabila ada yang mengkaitkan penyekatan mudik dengan keberadaan tank milik TNI AD di wilayah tersebut, apalagi menggunakan tank untuk menakuti pemudik, Itu hoax ” tegas Kapendam Jaya.

Herwin menambahkan, Latihan Taktis Tingkat Baterai TW II TA 2021 yang digelar Yonarmed 7 tersebut merupakan latihan rutin satuan Yonarmed 7/105 GS dalam rangka pemeliharaan Alutsista Tank dan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme personel Yonarmed-7/105 GS, tutup Kapendam Jaya.

Sumber:

https://kodamjaya-tniad.mil.id/kapendam-jaya-bantah-video-viral-tank-tni-ad-menyekat-arus-mudik/

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video tank diterjunkan untuk menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor.

Tank Baja jenis AMX di Jalan raya Narogong Cileungsi tersebut bukan untuk melakukan penyekatan bagi para pemudik, namun keberadaan Ranpur milik Yonarmed-7/105 GS itu adalah dalam rangka Latihan Taktis Tingkat Baterai TW II TA 2021.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel