Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Bahaya dan Tidak Aman Bagi Kesehatan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim vaksin covid-19 tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan. Positingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya ada di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 11 Juni 2021.

Berikut isi postingannya:

“Sebetulnya lebih aman engga divaksin, saya ngrasain sendiri sebelum dan setelah divaksin daya tahan tubuh sprti hilang separuhnya, kirain cuma saya doang 😢 Saya pake vaksin pfizer, Kesimpulannya semua vaksin engga aman/bahaya bagi kesehatan kita”

Lalu benarkah postingan yang menyebut vaksin covid-19 berbahaya dan tidak aman bagi kesehatan?

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci "apakah vaksin covid-19 aman?" di mesin pencarian Google.

Hasilnya ada artikel dari website resmi Pemerintah terkait covid-19, www.covid19.go.id dengan judul "Bagaimana Kita Bisa Tahu Vaksin COVID-19 itu Aman?” yang tayang 14 Juni 2021.

Artikel itu menyebutkan bahwa vaksin covid-19 yang digunakan pemerintah RI dalam pelaksanaan program vaksinasi covid-19 nasional dipastikan aman.

"Vaksin yang digunakan Pemerintah adalah yang terbukti aman dan lolos uji klinis dan sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan juga masuk dalam Emergency Use Listing (EUL) dari WHO," tulis artikel tersebut.

Selain itu terdapat juga dalam laman covid-19.go.id juga disebutkan bahwa vaksin yang digunakan saat ini dipastikan aman.

"Vaksin yang diproduksi massal sudah melewati proses yang panjang dan harus memenuhi syarat utama yakni: Aman, Ampuh, Stabil dan Efisien dari segi biaya.

Aspek keamanan vaksin dipastikan melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains dan standar-standar kesehatan.

Pemerintah hanya menyediakan vaksin COVID-19 yang terbukti aman dan lolos uji klinis, serta sudah mendapatkan Izin Penggunaan Pada Masa Darurat (Emergency Use of Authorization/EUA) dari BPOM.”

Penelusuran dilanjutkan dengan penemuan artikel Liputan6.com yang berjudul "Pakar: Efek Samping Usai Vaksinasi COVID-19 Tanda Imun Tubuh Bekerja Baik" yang tayang 28 Maret 2021.

Dalam artikel tersebut terdapat pemaparan yang menyebutkan bahwa vaksin terbukti aman, dan menghadirkan efek samping yang umum, seperti kelelahan, nyeri bahu, demam dari dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna adalah normal dan relatif singkat.

Terkait membahayakan dan menghilangkan separuh daya tahan tubuh, ditemukan hasil penelusuran artikel berjudul “Bagaimana Cara Kerja Vaksin Sinovac dalam Membentuk Kekebalan Tubuh Manusia?” yang tayang di Liputan6.com pada 15 Januari 2021. Berikut link artikelnya…

Dari data yang dihimpun Our World in Data hingga 6 Oktober sudah 6,36 miliar orang yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan 2,69 miliar yang sudah divaksin lengkap.

Sumber:

https://covid19.go.id/p/masyarakat-umum/bagaimana-kita-bisa-tahu-vaksin-covid-19-itu-aman

https://www.liputan6.com/health/read/4644006/soal-dampak-vaksin-covid-19-60-persen-laporan-dipicu-kecemasan?source=search

https://www.liputan6.com/health/read/4457423/bagaimana-cara-kerja-vaksin-sinovac-dalam-membentuk-kekebalan-tubuh-manusia

https://covid19.go.id/tanya-jawab?page=3&search=

https://news.google.com/covid19/map?hl=en-ID&mid=/m/03ryn&state=7&gl=ID&ceid=ID:en

https://hot.liputan6.com/read/4566998/kipi-adalah-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-ketahui-gejala-dan-reaksinya

Kesimpulan

Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Postingan yang menyebut vaksin covid-19 berbahaya dan tidak aman bagi kesehatan adalah tidak benar.

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel