Cek Fakta : Tidak Benar Video Taliban Gantung Orang di Helikopter Black Hawk

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk beredar di media sosial. Video tersebut salah satunya disebarkan oleh akun YouTube.

Dalam video berdurasi 2 menit itu, tampak seseorang menggantung di sebuah helikopter yang terbang di atas pemukiman. Video itu kemudian dikaitkan dengan Taliban yang menggantung orang di Helikopter Black Hawk.

"HEBOH !! TALIBAN BERHASIL TERBANGKAN HELIKOPTER BLACK HAWK AS SAMBIL GANTUNG ORANG

Beredar video pasukan taliban atau pejuang taliban terbangkan helikopter black hawk amerika serikat (AS). dalam video tersebut di hebohkan karena ada seseorang yang tergantung dengan tali saat taliban terbangkan helikopter.

#taliban

#talibanterbangkanhelikopter

#helikoptertaliban," tulis akun YouTube tersebut.

Video tersebut lah 135 kali ditonton dan mendapat 2 komentar dari warganet.

Benarkah video Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "taliban hanging helicopter" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah video tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Fact check: Video shows Taliban fighter attached to helicopter, not public hanging" yang dimuat situs usatoday.com pada 31 Agustus 2021.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa video itu awalnya disebarkan oleh seorang ahli kontraterorisme dan Senator Amerika Serikat, Ted Cruz

Namun setelah ditelusuri, Taliban menggantung seseorang di helikopter tidak pernah terjadi. Beberapa media dan organisasi pemeriksa fakta telah melaporkan klip itu menunjukkan seorang pejuang Taliban mencoba mengibarkan bendera di sebuah bangunan di kota Kandahar.

Video itu tidak menunjukkan Taliban mengeksekusi seseorang dengan helikopter yang dipasok AS. Ini menunjukkan seorang pejuang Taliban mencoba memasang bendera di sebuah gedung.

Dalam video yang lebih panjang, pria itu melambaikan tangannya dan menggerakkan kakinya saat dia diturunkan ke atas sebuah gedung. Melihat lebih dekat pada rekaman itu menunjukkan pria itu tampaknya diikat ke tali kekang, bukan digantung di tali.

Alt News, sebuah organisasi pemeriksa fakta independen di India, melaporkan pria itu adalah seorang pejuang Taliban. Menurut beberapa outlet berita Afghanistan dengan wartawan di lapangan, dia mencoba mengibarkan bendera di kantor gubernur di Kandahar.

Referensi:

https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/08/31/fact-check-video-doesnt-show-taliban-hanging-someone-us-helicopter/5668864001/

Kesimpulan

Video yang diklaim Taliban menggantung orang di Helikopter Black Hawk ternyata tidak benar. Faktanya, orang yang berada terlihat seperti digantung helikopter itu adalah pejuang taliban. Pria tersebut sengaja mengikat dirinya dengan tali kekang untuk mengibarkan bendera di kantor gubernur di Kandahar.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel