Cek Fakta: Tidak Benar Video Peti Mati Jenazah Covid-19 Kosong saat Hendak Dikubur

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video peti mati jenazah Covid-19 kosong saat hendak dikubur. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Asep Maulana, pada 5 Juli 2021.

Unggahan klaim video peti mati jenazah Covid-19 kosong saat mau dikubur menampilkan pemakaman yang dilakukan sejumlah orang mengenakan baju alat pelindung diri dan disaksikan sejumlah orang. Saat peti akan dimasukan ke lubang sejumlah orang mendekati peti tersebut kemudian membukanya. Kemudia terlihat situasi tidak terkendali.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"PRANK CORONA..Peti mati tempat mayit yg katanya meninggal karena corona ternyata peti mati kosong,mayitnya ga tau entah kemana.."

Benarkah klaim video peti mati jenazah Covid-19 kosong saat hendak dikubur? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusiuri klaim video peti mati jenazah Covid-19 kosong saat hendak dikubur dengan menggunakan Google Image.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "FALSE: Burial of an empty coffin in Uganda." yang dimuat situs poynter.org, pada 23 Juni 2021.

Artikel situs poynter.org menyebutkan, Keluarga almarhum membenarkan bahwa jenazah berada di peti mati selama penguburan.

Dalam artikel situs poynter.org, mengarahkan pada artikel berjudul "НЕПРАВДА: Поховання порожньої труни в Уганді" yang dimuat situs voxukraine.org.

Artikel tersebut memuat foto yang identik dengan klaim.

Artikel situs situs voxukraine.org menyebutkan, video yang didistribusikan menunjukkan pemakaman Franco Bwambale Kabwangan di desa Bwisa, distrik Kasese, di mana orang banyak membuka peti mati untuk memeriksa mayatnya.

Pengguna media sosial melaporkan bahwa peti mati itu kosong, mengkritik Kementerian Kesehatan.

Namun, Masyka, putri almarhum, membantah informasi ini dan mencatat bahwa tubuh berada di peti mati selama penguburan. Ia juga menambahkan bahwa hasil tes COVID-19 dari orang yang meninggal itu positif, dan beberapa hari kemudian dia meninggal di rumah sakit.

Selama pemakaman, orang banyak mengambil peti mati dari rumah duka untuk membukanya. Menurut Masika, masyarakat membenarkan keberadaan jenazah di peti mati dan hanya menyatakan tidak dibungkus dengan benar.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Da li zbog kovida u Ugandi sahranjuju prazan kovčeg?" yang dimuat situs istinomer.rs, pada 2 Juli 2021.

Artikel situs situs istinomer.rs memuat foto yang identik dengan klaim.

Artikel situs istinomer.rs menyebutkan, video itu diambil di sebuah pemakaman di Uganda dan menunjukkan pekerja pemakaman dengan alat pelindung membawa peti mati putih ketika sekelompok orang yang terganggu menyerang mereka.

Sebagai permulaan, seperti yang mereka katakan, jika kita memundurkan video pada 1:45, kita akan melihat "bagian atas kepala mayat".

Yaitu, sebelum peti mati dibuka, orang-orang terdengar berteriak dalam dialek lokal Uganda: “Mereka harus menunjukkannya kepada Anda, biarkan mereka menunjukkannya kepada Anda! Biarkan mereka menunjukkan ayahmu, ya, biarkan mereka menunjukkan ayahmu! ”

Namun, setelah pekerja pemakaman membuka peti mati, dia mengulurkan tangan dari kerumunan: "Ah, dia orangnya, dia nyata!"

Keluarga almarhum dan pejabat Uganda membantah bahwa peti mati itu kosong setelah berita mencapai mereka bahwa video yang disengketakan itu menyebar di jejaring sosial dan menyebabkan kepanikan.

Putri dari pria yang meninggal, Immaculate Masika, dalam sebuah pernyataan untuk media Uganda dan AFP, mengklarifikasi bahwa klaim yang beredar di jejaring sosial tidak benar.

"Pemerintah tidak mengubur peti mati yang kosong. Sebagai keluarga, kami menguburkan jenazahnya, dan kisah peti mati yang kosong harus diabaikan di masa depan dan semuanya harus dibiarkan sendiri, "kata Masika.

Dia menjelaskan, keluarganya diberitahu oleh tim medis bahwa karena ayahnya, Franco Kabwangana Bwambaale, telah dinyatakan positif kovid 19 sebelum dia meninggal, mereka tidak dapat melihat tubuhnya.

Namun, menurutnya, "penduduk desa yang mabuk mengganggu prosedur dan menuntut agar peti mati dibuka, meskipun keluarga tidak menginginkannya."

Saat membuka peti, mereka melihat ada mayat di dalam, lalu polisi turun tangan, setelah itu pemakaman dilakukan, kata Masika.

Menteri Kesehatan Uganda Jane Ruth Aceng juga menjelaskan bahwa sekelompok pemuda datang ke pemakaman dan menuntut agar peti mati dibuka, yang ditentang oleh keluarga almarhum, tetapi dipastikan jenazah ada di dalam.

Ketidakpercayaan publik yang mendalam terhadap institusi dan pejabat di negara-negara Afrika sejak awal pandemi terus-menerus memicu penyebaran klaim palsu dan menyesatkan, AFP menunjukkan.

Dalam beberapa minggu terakhir, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah infeksi dan kematian akibat Covid-19 di Uganda.Sebagai tanggapan, pemerintah telah mengumumkan pembatasan yang lebih ketat, termasuk penutupan sekolah.

Sumber:

https://voxukraine.org/nepravda-pohovannya-porozhnoyi-truny-v-ugandi/

https://www.poynter.org/?ifcn_misinformation=burial-of-an-empty-coffin-in-uganda

https://www.istinomer.rs/facebook-provere/da-li-zbog-kovida-u-ugandi-sahranjuju-prazan-kovceg/?fbclid=IwAR0yuSkRbWAgZ4NaJypX5OMWv2-czd0BkVRIF6IfjHNbbTtdKO2Yb35-8zk

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video peti mati jenazah Covid-19 kosong saat hendak dikubur tidak benar.

Putri dari pria yang meninggal, Immaculate Masika, membantah informasi peti mati itu kosong dan menyatakan tubuh berada di peti mati selama penguburan. Menurut Masika, masyarakat membenarkan keberadaan jenazah di peti mati dan hanya menyatakan tidak dibungkus dengan benar.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel