Cek Fakta: Tidak Benar Video Harimau Muncul di Kedungjati Jawa Tengah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim kemunculan seekor harimau di Kedungjati, Jawa Tengah beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu channel YouTube pada 24 September 2021.

Video berdurasi 1 menit 36 detik itu diberi judul "Harimau jawa Menolak Punah menampakan diri di daerah kedungjati Jawa tengah".

Terderangar suara laki-laki yang diduga merekam video tersebut. Dia menyebutkan harimau yang ada dalam video berada di Karangnongko.

"Berbahaya segera ditangkap lur," demikian kata perekam video tersebut.

Benarkah video tersebut merupakan kemunculan seekor harimau di Kedungjati, Jawa Tengah? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim kemunculan seekor harimau di Kedungjati, Jawa Tengah. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "harimau kedungjati" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Viral Video Harimau di Hutan Kedungjati Grobogan Ternyata Hoaks" yang dimuat situs okezone.com pada 26 September 2021.

PURWODADI – Viral video memperlihatkan harimau besar sedang berada di jalan tengah hutan di kawasan hutan Karangnongko, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Grobogan. Video itu tersebar di WhatsApp Group.

Dalam video itu terdengar suara panik dari perekam. Ia menyampaikan narasi seolah harimau tersebut berada di kawasan hutan Karangnongko, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Grobogan. Seakan perekam berpapasan dengan mahluk buas tersebut saat berjalan di kawasan hutan.

Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, terlihat harimau besar akan menaiki pohon. Perekam menyebutkan berada di Karangnongko, dan mengatakan, “berbahaya segera ditangkap lur.”

Beredarnya video harimau besar di kawasan hutan Karangnongko, Desa Karanglangu, cukup meresahkan warga. Itu karena mereka yang mempercayai informasi soal adanya harimau jadi tidak berani melewati jalan tersebut.

Sebagian warga tidak mempercayai soal video adanya harimau di kawasan hutan Karangnongko, Desa Karanglangu. Karena selama ini, mereka belum pernah melihat dan tidak yakin di kawasan tersebut ada harimau.

Adanya keresahan warga dengan adanya video harimau yang beredar luas di WhatsApp Group, membuat pihak kepolisian turun tangan. Polisi kemudian melakukan penelusuran siapa pengunggah video tersebut.

Kapolsek Kedungjati AKP Muslih menjelaskan, ternyata video harimau itu dibuat dan diedit Dani Prasetio (25), warga Dusun Kalinongko, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Grobogan.

Setelah diketahui siapa pembuat video yang diresahkan, pada Jumat (24/9/2021) sekitar pukul 21.00 WIB, polisi dan pihak terkait mendatangi rumah Dani. Pihaknya meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan di rumah Kepala Desa Karanglangu.

"Diketahui jika video yang sudah beredar di medsos merupakan hoaks dan hasil editan. Dani hanya bermaksud bergurau untuk dikirimkan pada keponakannya yang berada di Jakarta," ucap AKP Muslih.

Pelaku kemudian mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf karena perbuatan yang dilakukan tersebut sudah meresahkan masyarakat. Dani juga mengatakan siap diproses hukum apabila di kemudian hari melakukan perbuatan serupa.

"Sudah dilakukan klarifikasi dan yang bersangkutan [Dani] sudah meminta maaf terkait video harimau yang sempat meresahkan warga," katanya.

Referensi:

https://news.okezone.com/read/2021/09/26/512/2477006/viral-video-harimau-di-hutan-kedungjati-grobogan-ternyata-hoaks

Kesimpulan

Video yang diklaim kemunculan seekor harimau di Kedungjati, Jawa Tengah ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan hasil editan.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel