Cek Fakta: Video Ini Bukan Apel Persiapan Lockdown Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video apel persiapan lockdown Jakarta. Klaim tersebut diunggah akun Facenook MillennialsSecond, pada 20 Juni 2021.

Unggahan klaim video apel persiapan lockdown Jakarta tersebut berupa video yang direkam dari dalam mobil ke arah sejumlah orang yang sedang berbaris dengan latarbelakang Monumen Nasional (Monas).

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Apel Persiapan LockDown Jakarta."

Dalam video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut terdapat narasi suara sebagai berikut:

"Apel persiapan lockdown DKI"

Kemudia pada saat detik ke 25 ada seorang yang berbicara menggunakan pengeras suara dengan narasi sebagai berikut:

"Dirumah saja potensi penularannya terlalu tinggi apalagi varian baru muncul di jakarta, yang kedua petugas-petugas akan membubarkan kerumunan-kerumunan karena itu jangan berkumpul lebih dari lima orang petugas akan datang dan meminta membubarkan diri.

Saya meminta kepada seluruh masyarakat saling mengingatkan, jangan banyak kerumunan jangan banyak kegiatan yang saling berdempetan karena ini potensi pada penularan, karena itu petugas akan membubarkan dan pesan utama adalah segera kembali kerumah kalau urusan sudah selesai jangan mengambil kegiatan ekstra yang tidak pokok, tidak funda mental, tidak urgent karena itu semua itu berisiko"

Benarkah klaim video apel persiapan lockdown Jakarta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelurusi klaim video apel persiapan lockdown Jakarta, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran penggunakan mesin pencari gambar. Namun setelah dilakukan penelusuran menggunakan Yandex dan Google Image tidak ditemukan situs yang memuat gambar dan video yang identik.

Penelusuran dilanjutkan dengan menjadikan narasi seorang yang berbicara menggunakan pengerasi suara dalam video tersebut sebagai bahan pencarian menggunakan Google Search.

'Dirumah saja potensi penularannya terlalu tinggi apalagi varian baru muncul di jakarta, yang kedua petugas-petugas akan membubarkan kerumunan-kerumunan karena itu jangan berkumpul lebih dari lima orang petugas akan datang dan meminta membubarkan diri'.

Pencarian mengarah pada artikel berjudul "Anies Minta Warga Sabtu-Minggu Tetap di Rumah" yang dimuat situs beritasatu.com, pada 18 Juni 2021.

Artikel situs beritasatu.com memuat berita tentang pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai apel gabungan, di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2021).

Pernyataan Anies dalam artikel tersebut identik dengan pernyataan seorang yang berbicara menggunakan pengerasi suara dalam video klaim.

Berikut isi artikelnya:

"Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat DKI Jakarta untuk berada di rumah pada Sabtu dan Minggu, besok. Hal itu, dilakukan untuk menekan angka positif Covid-19 yang semakin tinggi belakangan ini.

"Besok Sabtu dan Minggu gunakan hari jeda ini sebagai hari tinggal di rumah. Seluruh masyarakat dimasa hari Sabtu dan Minggu bersamalah keluarga, bersama dengan keluarga di rumah jangan berpergian kecuali ada kebutuhan mendesak dan pokok. Kalau tidak ada di rumah saja. Potensi penularan terlalu tinggi, apalagi ada varian baru muncul di Jakarta," ujar Anies, seusai apel gabungan, di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2021).

Dikatakan Anies, petugas akan membubarkan kerumunan karena itu jangan berkumpul lebih dari lima orang.

"Petugas akan datang dan meminta untuk membubarkan diri. Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan jangan banyak berkerumun jangan banyak kegiatan yang saling bertemu karena ini berpotensi pada penularan," ungkapnya.

Anies menyampaikan, pesan utamanya adalah segera kembali ke rumah kalau urusan sudah selesai.

"Jangan mengambil kegiatan ekstra yang tidak fundamental, yang tidak pokok, yang tidak urgent karena itu berpotensi penularan," katanya."

Keterangan waktu dan tempat dalam artikel tersebut menjadi petunjuk penelusuran berikutnya untuk mencocokan gambar dan suara, pencarian menggunakan Google Search dengan kata kunci ' Anies gabungan monas 18 Juni'

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Apel Gelar Pasukan TNI, POLRI dan POL PP di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat" yang dimuat situs kodamjaya-tniad.mil.id, pada 18 Juni 2021.

Artikel situs kodamjaya-tniad.mil.id memuat foto yang identik dengan video, kesamaannya terdapat pada komposisi gambar orang berdiri dan sudut pengambilan gambar.

Foto artikel situs kodamjaya-tniad.mil.id

Tangkapan layar video klaim apel persiapan Jakarta lockdown

Artikel situs kodamjaya-tniad.mil.id menyebutkan, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Mulyo Aji M.A, Kapolda Metro Jaya dan Gubernur DKI H. Anies Rasyid Baswedan S.E.M.P.P.Ph.D menggelar apel bersama dalam Rangka Pengetatan PPKM, Mikro Di Wilayah DKI tempat di Lapangan Silang Monas Jl Merdeka Selatan Jakarta Pusat Jumat (18/6/2021)

Dalam kegiatan Pangdam Jaya/Jayakarta, Kapolda Metro Jaya Pol De.Drs.H Muhamad Fadli Imran dan Gubernur DKI, Gelar Pasukan TNI, POLRI dan POL PP tiga Pilar ,untuk melaksanakan tugas guna mempersiakan Pengetatan PPKM skala Mikro di wilayah DKI Jakarta yang mana saat ini penyebaran Covid 19 sangat meningkat pesat khususnya di Wilayah Jakarta.

Sumber:

https://www.beritasatu.com/megapolitan/788897/anies-minta-warga-sabtuminggu-tetap-di-rumah

https://kodamjaya-tniad.mil.id/apel-gelar-pasukan-tni-polri-dan-pol-pp-di-lapangan-silang-monas-jakarta-pusat/

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim video apel persiapan lockdown Jakarta tidak benar.

Video tersebut memang menampilkan kegiatan apel, namuan untuk pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) di wilayah DKI Jakarta.

Altered dan Missing Context (Liputan6.com/Abdillah)
Altered dan Missing Context (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel