Cek Fakta: Viral Foto Deretan Peti Mati Korban Covid-19 di Italia, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Beredar foto-foto yang diklaim sebagai peti mati korban virus corona COVID-19 di Italia. Foto-foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Isthya Ningrum Setiani pada 21 April 2020.

Akun Facebook Isthya Ningrum mengunggah foto yang memperlihatkan puluhan peti mati berjejer di dua tempat berbeda. Foto puluhan peti mati di dalam sebuah ruangan, dan foto selanjutnya foto puluhan peti mati di luar ruangan.

Tampak juga beberapa orang yang melihat ke arah peti mati tersebut. Akun Facebook Isthya Ningrum Setiani mengaitkan foto-foto tersebut dengan korban virus corona COVID-19.

"*ITALIA SUDAH MENYERAH*😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Perdana Menteri Italia berkata : Penjagaan kami sudah tiada. Penyakit ini terus membunuh kami.Segala Penyembuhan di Dunia, Sudah Tamat. ...

• Semalam 427 Meninggal.• Hari Ini 627 Meninggal.• 1529 orang Meninggal Dalam Waktu 3 Hari.• 5986 Kasus Baru Dalam Satu Hari!!

Italia telah Gagal Sepenuhnya..

Presiden Italia Menangis. Italia merupakan negara yang Memiliki Pertahanan Kesehatan #Terbaik di Dunia. Tapi Mereka Telah Gagal Mencegah COVID-19 Masuk ke Negaranya. Karena pada Awalnya Mereka Menganggap COVID-19 Hanyalah Gurauan belaka.

Kini Presiden mereka kembali menangis. Karena Sudah Tidak Ada Tempat Pemakaman lagi untuk mereka yg meninggal karena COVID-19.700++ Orang Mati per harinya.

Indonesia Jangan Sampai Menjadi Seperti Ini.Kami himbau, Tolong miliki Kesadaran Diri. Tolong Patuhi Apa Yang Sudah Ditetapkan Pemerintah. *TETAP DIAM DI RUMAH*(Stay At Home). Hal ini juga demi Kebaikan Kalian, Keluarga Kalian, Kerabat Kalian dan Negara Indonesia.SAYANGILAH NYAWA ANDA

SAYANGI NYAWA KELUARGA DAN KERABAT ANDA. *#StayAtHome**#Patuhi aturan Pemerintah, jangan sotoy#**#GakUsahNgeyel.. ngk usah saling nyalah in siapa yg salah .. siapa yg harus bertanggung jawab..#semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT... Aamiin," tulis akun Facebook Isthya Ningrum Setiani.

Konten yang diunggah akun Facebook Isthya Ningrum Setiani telah 762 kali dibagikan dan mendapat 159 komentar warganet.

 

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto-foto yang diklaim sebagai korban virus corona COVID-19 di Italia. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs pencari Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa foto serupa yang diunggah sejumlah artikel.

Satu di antaranya artikel berjudul "Lampedusa victims include mother and baby attached by umbilical cord" yang dimuat situs theguardian.com pada 2013 silam.

Dalam artikel tersebut terdapat keterangan foto sebagai berikut:

Delegasi UE, termasuk José Manuel Barroso, memberikan penghormatan di depan deretan peti mati berisi jasad korban kecelakaan kapal Lampedusa. Foto: Roberto Salomone / komisi Eropa / AFP.

Gambar Tangkapan Layar Penelusuran dengan Google Image

Liputan6.com kemudian menemukan foto lainnya yang serupa. Foto tersebut terdapat dalam video bertajuk "In memoria delle vittime del terremoto che ha colpito l'Abruzzo" yang diunggah akun YouTube davolese90 pada 10 April 2009.

"Sebuah penghormatan kecil kepada para korban gempa bumi yang melanda Abruzzo dan mengejutkan seluruh Italia," tulis akun YouTube davolese90.

Liputan6.com juga pernah membantah klaim yang menyebut bahwa PM Italia Giuseppe Conte telah mengaku kalah dengan COVID-19. Bantahan atas klaim tersebut bisa dilihat dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks PM Italia Giuseppe Conte Mengaku Kalah dengan COVID-19".

 

Kesimpulan

Foto-foto yang diklaim sebagai peti mati korban virus corona COVID-19 di Italia ternyata tidak benar. Foto puluhan peti mati yang diunggah akun Facebook Isthya Ningrum Setiani tidak ada hubungannya dengan pandemi virus corona COVID-19.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.