[Cek Fakta] Wardah Disebut Sponsori Diskusi Bahaya Feminisme dan LGBT, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang produsen kosmetik Wardah yang mensponsori kegiatan melarang LGBT beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan oleh akun facebook Har Toyo pada 22 Januari 2020. Akun ini mengunggah sebuah gambar poster sebuah acara diskusi dengan judul "Bahaya FEMINISME & LGBT".

Dalam gambar tersebut tertulis bahwa acara tersebut akan diisi oleh Ustaz Dr. Henri Shalahuddin. Acara tersebut rencanannya akan digelar di Masjid Jami' Al-Mukhlishin, Bumi Malaka Asri 1, Malaka Sari, Jakarta Timur pada Sabtu 25 Januari 2020.

Dalam gambar poster tersebut, tertulis produsen kosmetik Wardah sebagai sponsor acara tersebut. Akun Har Toyo kemudian menambahkan narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Bagi yang pakai Wardah, duit kita ternyata dipakai untuk support kegiatan kebencian pada kelompok lain," tulis akun facebook Har Toyo.

Konten yang diunggah akun facebook Har Toyo telah 151 kali dibagikan dan mendapat 23 komentar warganet.

 

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang Wardah yang mensponsori kegiatan diskusi Bahaya FEMINISME & LGBT ternyata tidak benar.

Informasi ini dikutip dari akun twitter produsen kosmetik Wardah, @wardahbeauty. Wardah pun menyesalkan penempatan logo Wardah di gambar poster acara tersebut.

"Menindaklanjuti terkait penggunaan logo Wardah dalam poster acara yang diselenggarakan oleh Majelis Umat Rabbani Nur Islam di Masjid Jami’Al-Mukhlishin dengan tema “Bahaya Feminisme dan LGBT”," tulis akun twitter @wardahbeauty pada 22 Januari 2020.

Akun ini juga membantah bahwa Wardah ikut ambil bagian mensponsori kegiatan tersebut.

"Dengan ini kami selaku produsen Wardah menyampaikan bahwa pemakaian logo Wardah di poster tersebut dilakukan tanpa persetujuan dari kami dan kami tidak mensponsori kegiatan tersebut," tambah @wardahbeauty.

 

Kesimpulan

Produsen kosmetik Wardah mengaku tidak pernah mensponsori kegiatan diskusi "Bahaya FEMINISME & LGBT".

Narasi yang disebarkan oleh akun facebook Har Toyo tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.