Cek Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK Guru dan Non Guru, Bisa dari Link Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Guru 2021 dan Non-Guru sudah dimulai. Jadwal seleksi dilaksanakan berbeda-beda bergantung pada tiap instansi.

Dikutip dari akun Instagram resmi BKN, Rabu (15/09/2021), peserta Seleksi Kompetensi PPPK Guru yang masih belum mendapat informasi lebih lanjut terkait jadwal pelaksanaan seleksi, bisa mengeceknya langsung melalui laman PPPK Guru Kemendikbudristek atau dengan mengeklik tautan https://gurupppk.kemdikbud.go.id/webpppk/.

Tidak hanya itu, peserta bisa pula mengeceknya melalui tautan https://data-sscasn.bkn.go.id/ujian.

Selanjutnya, peserta Seleksi Kompetensi PPPK 2021 melakukan pencarian data dengan mengisi NIK dan Nomor Peserta. Pencarian data tersebut untuk mengetahui Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Sementara itu, untuk Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru, peserta bisa mengecek jadwalnya melalui website dan media sosial intansi masing-masing.

Selama proses seleksi CASN 2021 ini, peserta diharapkan selalu mengecek informasi penting, seperti jadwal, lokasi, aturan, dan lain-lain. Sebab, jadwal dan lokasi pelaksanaan berbeda-beda.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Seleksi Guru PPPK Harus Utamakan Kesehatan dan Keselamatan

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Iwan Syahril menjelaskan, aspek kesehatan dan keselamatan menjadi hal yang diutamakan dalam seleksi guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Masa depan generasi penerus bangsa terletak di pundak guru, maka seleksi guru ASN PPPK yang diselenggarakan harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan,” papar Iwan, seperti yang dikutip pada Selasa (14/9/2021).

Hal tersebut ditujukan untuk mensosialisasikan kepada kementerian dan lembaga yang mengadakan seleksi guru PPPK untuk mendukung kesehatan selama berlangsungnya proses seleksi.

“Penegakan disiplin prokes yang ketat dalam rangka seleksi ASN PPPK adalah strategi utama,” jelas Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri Safrizal.

Adanya pandemi COVID-19 mendorong penerapan protokol kesehatan semakin ketat, apalagi pandemi ini terjadi secara global. Oleh karena itu, ketika fokus kesehatan menjadi yang utama, kebijakan pemerintah terkait 3M pun harus semakin dipatuhi untuk mengurangi penularan COVID-19.

Penerapan 3M sendiri terdiri dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. Sementara itu, program dari pemerintah juga mengeluarkan 3T yang terdiri dari testing, tracing, dan treatment,

Sejauh ini, kedua hal tersebut yang masih menjadi fokus pemerintah dan aturan yang terpenting bagi masyarakat, khususnya yang masih aktif bepergian untuk bekerja secara luring.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel