Cek kesehatan tulang dini dan asupan gizi bisa cegah osteoporosis

Manajer produksi PT Kalbe Farma Tbk, dr Yulia Kowira mengatakan pemeriksaan kesehatan untuk mengecek kepadatan tulang sejak dini dan menjaga asupan gizi serta berolahraga rutin, bisa mencegah terjadinya osteoporosis atau kondisi pengeroposan tulang.

"Osteoporosis sebenarnya tidak bisa dihindari, tapi kita bisa cegah agar tidak terjadi osteoporosis. Kita bisa melakukan screening kepadatan tulang sejak dini, khususnya wanita umur 40 tahun ke atas boleh melakukan screening (untuk mencegah terkena osteoporosis," kata dr Yulia Kowira di Bandung, Sabtu.

Hal itu disampaikan disela-sela acara Peringatan Hari Osteoporosis Dunia Tahun 2022 atau World Osteoporosis Day (WOD) bertema "Step Up for Bone Health" di Kota Bandung.

Osteoporosis adalah kondisi pengeroposan tulang dan ini salah satu penyakit berbahaya terhadap masyarakat.

Sebab, tulang bersama dengan otot, ligamen, dan sendi, berperan mendukung pergerakan tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, menulis, dan makan.

dr Yulia mengatakan asupan gizi seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium juga bisa mencegah terjadinya osteoporosis.

"Kalsium bisa didapatkan oleh kita dari makanan, seperti ikan sarden, sayuran, susu, keju, itu banyak mengandung kalsium. Tapi kalau mau yang simpel, sekarang ada suplemen kalsium,

Pencegahan juga perlu dilakukan oleh orang lanjut usia atau lansia, termasuk pada lansia yang terlihat sehat dan memiliki tubuh yang bugar.

Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah menjaga pola makan sehat bernutrisi bagi tulang dan mengonsumsi suplemen khusus tulang, untuk mencegah osteoporosis di masa depan.

“Suplemen digunakan untuk membantu memelihara kesehatan tulang serta mencegah osteoporosis atau keroposan tulang. PT Kalbe Farma memiliki Osfit sebagai suplemen Kalsium yang dilengkapi dengan berbagai vitamin dan mineral lainnya, untuk mencegah osteoporosis,” kata dr Yulia Kowira.

Sementara itu, dr Andre Yanuar, SpOT(K) M Med (Pain Mgt) menuturkan berkurangnya kepadatan tulang ini sering tidak disadari, namun dampaknya tulang jadi mudah patah dan menimbulkan dampak yng membahayakan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penyebab gangguan pada tulang dan sendi bisa disebabkan oleh kecelakaan, infeksi, tumor, penyakit rematik, penyakit degeneratif, maupun gangguan metabolisme.

Osteoporosis juga dapat terjadi akibat faktor usia, konsumsi obat-obatan tertentu, dan gaya hidup.

Maka, pencegahannya harus dilakukan sejak dini dan rata-rata puncak kepadatan masa tulang dicapai pada usia 25-30 tahun, sehingga seputaran usia itu bagus untuk menabung masa tulang.

Pada peringatan Hari Osteoporosis Dunia Tahun 2022 di Kota Bandung, Jawa Barat, Kalbe juga memberikan fasilitas pemeriksaan tulang gratis, seminar kesehatan untuk sejumlah komunitas, hingga senam sehat untuk peserta lansia.

Di sisi lain, untuk mencegah osteoporosis perlu juga menjaga kesehatan mental, karena kesehatan fisik manusia dipengaruhi oleh kesehatan mental.

“Sebanyak 80 persen permasalahan kesehatan fisik dipengaruhi oleh kesehatan mental. Kunci utama menjaga kesehatan mental adalah bahagia, yakni dengan mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Nikmat yang paling utama yang patut kita syukuri yaitu kesehatan," kata Psikolog Novy Yulianty, M Psi.
Baca juga: Peneliti: Cegah osteoporosis dengan perilaku hidup sehat
Baca juga: Kemenko PMK ajak lansia tetap aktif bergerak guna cegah osteoporosis
Baca juga: Dokter: Nutrisi dan aktivitas fisik kunci utama cegah osteoporosis