Cek Kesiapan ASEAN Para Games di Solo Raya, APSF Soroti Venue Renang Belum Dibangun

Merdeka.com - Merdeka.com - APSF (ASEAN Para Sport Federation) mengecek kesiapan seluruh fasilitas ASEAN Para Games (APG) XI, yang akan digelar di Solo Raya, Juli-Agustus mendatang. Mereka menyoroti venue kolam renang di Kabupaten Karanganyar yang belum juga dibangun.

"Untuk fasilitas kolam renang ini masih membuat kita senam jantung. Sampai saat ini belum dibangun. Kolam renang ini harus memenuhi spesifikasi internasional," ujar Presiden APSF Presiden APSF, Mayjend Osoth Bhavilai saat menggelar konferensi pers di Alila Hotel Solo, Senin (9/5).

Osoth yang didampingi Sekjen APSF Senior Kolonel Wandee Tosuwan dan Ketua Departemen Luar Negeri Sukanti Raharjo Bintoro mengatakan, panitia telah menjanjikan dan memberikan jaminan jika kolam renang itu akan selesai dibangun pada pertengahan Juli mendatang.

"Kita berdoa agar proyek pembangunan kolam renang bisa terwujud dengan baik dengan kualitas dan spesifikasi maupun waktu yang tepat," katanya.

Venue cabang olahraga lainnya, menurut Osoth, sudah aman. Ia dan tim sudah melihat langsung semuanya.

"Yang agak memprihatinkan hanya kolam renang," jelasnya.

Toilet Jadi Perhatian

Osoth menerangkan, dalam pengecekan yang dilakukan di semua venue, yang menjadi pusat perhatian APSF adalah fasilitas toilet. Karena APG adalah ajang kompetisi olahraga untuk penyandang disabilitas, semua fasilitas harus bisa diakses penyandang disabilitas.

"Toilet atlet disabilitas itu lebar pintu minimal 80 sentimeter. Kemarin kami lihat masih ada yang kurang," imbuh Sekjen APSF Senior Kolonel Wandee Tosuwan.

Selain lebar pintu, lanjut dia, aksesibilitas untuk toilet juga harus memenuhi syarat lebar ruangan. Ketua Departemen Luar Negeri Sukanti Raharjo Bintoro menjelaskan, toilet untuk disabilitas harus memenuhi syarat untuk masuk kursi roda, bermanuver, dan bisa keluar.

"Tapi di samping closet juga harus ada pegangan kanan dan kiri yang kuat sehingga bisa menahan beban tubuh. Karena tidak semua pengguna kursi roda bisa meninggalkan kursi rodanya saat ke toilet," jelasnya.

Apresiasi Inisiatif Indonesia

Terkait kesiapan Kota Solo sebagai tuan rumah Asean Para Games, tim menilai sudah ada kemajuan dalam perbaikan untuk aksesibilitas atlet disabilitas.

APSF juga mengapresiasi atas inisiatif Indonesia dan NPC Indonesia yang mengambil alih tuan rumah penyelenggaraan APG XI setelah Vietnam mengundurkan diri.

"Ketua NPC Indonesia mengajukan sebagai tuan rumah untuk menggantikan dan ini kami apresiasi karena berturut-turut APG dua kali gagal. Ini adalah pukulan bagi para atlet disabilitas tidak hanya Indonesia tetapi juga Asia Tenggara dan komunitas disabilitas," tutup Wandee. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel