Cek Vaksin Masih Banyak di Gudang, Ganjar Minta Segera Didistribusikan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek gudang obat milik Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, di Kawasan Industri Tambakaji Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu, 14 Juli 2021.

Di tempat itu Ganjar melihat stok vaksin masih cukup banyak. Ia pun langsung meminta semua pihak yang ditunjuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat, untuk melakukan percepatan.

Seorang petugas menjelaskan bahwa stok di gudang baru datang kemarin. "Ini baru datang kemarin pak, ada beberapa yang sudah ambil, tapi banyak yang belum," kata petugas tersebut.

Ganjar memerintahkan Kadinkes Jateng segera berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas stok vaksin itu. Mereka diminta segera mengambil dan memastikan vaksin disuntikkan kepada masyarakat.

"Saya minta semua lini harus mempercepat vaksinasi. Hari ini saya minta semua stok yang ada segera didistribusikan. Tadi rapat dengan pak Menko Marinves perintahnya ini dipercepat. Maka hari ini saya cek dan pastikan stok yang ada segera didistribusikan," ujarnya.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota yang sudah mendapat jatah vaksin, segera mengambil. Begitu juga dengan TNI/Polri yang juga mendapat jatah untuk program vaksinasi.

"Saya minta segera diambil, termasuk untuk TNI/Polri. Saya minta segera disuntikkan pada masyarakat. Bisa kerja sama dengan bupati/wali kota atau fasilitas kesehatan di setiap daerah di sana," katanya.

Ia mengingatkan, manajemen pengelolaan vaksin tidak boleh diabaikan. Proses pengambilan sampai penyuntikan harus sesuai dengan SOP yang ada. Proses yang ada dari gudang sampai faskes harus dipastikan kualitasnya baik. Rantai dinginnya harus betul-betul dicek kualitasnya. Hal itu agar vaksin betul-betul sesuai spek yang ada dan tidak mengalami degradasi.

"Siapapun yang ingin menyuntikkan vaksin, harus betul-betul memastikan vaksin utuh, bagus dan tepat sasaran," katanya.

Informasi yang didapatnya, beberapa waktu lalu Jateng mendapat alokasi 20.000 lebih vial vaksin. Satu vial bisa digunakan untuk 10 suntikan.

"Jadi ada sekitar 200 ribu dosis. Saya minta segera diambil. Tadi saya lihat Kudus dan Klaten sudah ambil. Saya minta daerah lain segera. Jadi tidak ada lagi stok vaksin di gudang ini, kecuali yang jadi buffer stok," ujar Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, stok vaksin yang ada di gudang sudah ada bagian masing-masing. Ada yang untuk badan usaha tertentu, Pemkab/Pemkot, TNI/Polri termasuk rumah sakit vertikal.

"Meski instansinya beda-beda, tapi semua vaksin untuk masyarakat Jawa Tengah. Memang yang melaksanakan beda-beda," katanya.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/ Semarang, Jateng)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel