Celana Balenciaga Seharga Rp 17 Juta Tuai Kecaman, Dituding Rasis

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Salah satu celana Balenciaga belakangan menjadi buah bibir di media sosial.r Desainer di balik celana ini dikecam beberapa pakar mode dan sejarah orang kulit hitam karena disebut lancang menggunakan budaya orang lain (cultural appropriation).

Dilansir NY Post, celana Balenciaga yang dimaksud adalah koleksi Fall/Winter 2021 yang dinamai Trompe-L’Oeil. Celana tersebut dijual seharga 1.190 dolar AS atau setara Rp 17 juta.

Celana berwarna abu-abu ini memiliki desain menyerupai boxer yang mengintip di bagian atas celana. Gaya celana “kendur” atau sagging itu sudah dipopulerkan oleh orang kulit hitam sejak tahun 90-an. Balenciaga dianggap telah “mencuri” gaya tersebut.

TERKAIT: Merek Adibusana Berusia 100 Tahun, Balenciaga Couture Comeback Setelah 53 Tahun

TERKAIT: Koleksi Balenciaga Couture Dibangkitkan Setelah 53 Tahun

TERKAIT: 11 Brand Fashion Berkolaborasi dengan Video Games dari Balenciaga hingga Louis Vuitton

Hal inilah yang disorot oleh banyak pengguna media sosial, termasuk pria dengan akun TikTok @mr200m_. pria bernama Josiah Hyacinth ini menyebut desain celana itu rasis.

"Ini terasa rasis. Mereka menjahit boxer di dalam celana," kata seseorang di video yang diunggah oleh pengguna TikTok @mr200m__ saat mereka memegang celana Trompe-L'Oeil.

Disebut perampasan budaya

Salah satu koleksi celana Balenciaga dikecam karena desainnya yang disebut rasis. (balenciaga.com).
Salah satu koleksi celana Balenciaga dikecam karena desainnya yang disebut rasis. (balenciaga.com).

Sependapat dengan Josiah, Profesor Studi Afrika di California State University, Northridge Marquita Gammage mengaku juga terganggu oleh item dari Balenciaga itu. Hal itu dikatakannya sebagai eksploitasi "Budaya kulit hitam dengan harapan mendapatkan keuntungan," katanya kepada CNN lewat email.

Gammage adalah penulis "Cultural Appropriation as 'Agency Reduction'" yang diterbitkan dalam International Journal of Africana Studies pada 2018. Di dalamnya, ia menulis tentang penyalahgunaan budaya kulit Hitam dan bagaimana hal itu merusak kecerdikan, fungsionalitas, dan keindahan ekspresi budaya kulit Hitam sekaligus mendelegitimasi pengalaman ketidakadilan orang Kulit Hitam untuk keuntungan modal.

Kritik netizen lainnya

Kritik juga datang dari pengguna Twitter dengan akun @blackgirldating. Ia mengingatkan tentang undang-undang yang mengkriminalisasi orang kulit hitam karena gaya celana sagging yang dianggap sebagai preman dan ancaman bagi masyarakat Amerika.

"Hanya sebagai pengingat bahwa ada undang-undang untuk mengkriminalisasi orang kulit hitam yang mengenakan celana sagging," bunyi cuitan yang dibuat oleh pemilik akun @blackgirldating.

Undang-undang yang ada di beberapa negara bagian Amerika itu secara tidak proporsional menegur orang kulit hitam karena mengenakan celana kendur. Data menunjukkan bahwa sebanyak 96 persen penangkapan pria kulit hitam di Shreveport, Louisiana dari tahun 2017 sampai Juni 2019 dikarenakan mereka memakai celana kendur.

Sementara itu, Balenciaga bukan pertama kalinya tersandung isu "perampasan budaya". Sebelumnya, merek ini disorot karena menjual tas dengan desain yang menyerupai tas terkenal dari Afrika Barat.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel