Celebrity Fitness Gugat Pajak Hiburan

TEMPO.CO, Jakarta - Celebrity Fitness beserta sejumlah pelaku usaha dan pengguna pusat kebugaran mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menggugat Undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dalam permohonan gugatan tertulis para penggugat adalah PT. Exertainment Indonesia (Celebrity Fitness), PT. Fitindo Sehat Sempurna (LifeSPA & Fitness), dan PT Adhia Relaksindo sebagai penyelenggara pusat kebugaran. Ada pula delapan orang pengguna layanan fitness tersebut.

Para pemohon menilai frasa "pusat kebugaran" yang tercantum dalam pasal 24 ayat (2) huruf I undang-undang tersebut bertentangan dengan pasal 28 Undang-undang Dasar 1945. Dalil utama yang diperkarakan para pemohon adalah pencantuman usaha pusat kebugaran tidak setara atau menjadi bagian kegiatan olahraga yang lainnya. Dalam undang-undang pajak daerah, pusat kebugaran justru dimasukan ke dalam usaha di bidang hiburan.

Atas dasar tersebut, beban pajak yang harus ditanggung para penyelenggara pusat kebugaran berbeda dengan penyelenggara pusat dan sarana olahraga lainnya. Para penyelenggara juga harus menanggung pajak tambahan yang dikenakan setiap pemerintah daerah karena masuk dalam usaha hiburan.

Beban pajak yang lebih berat ini, diklaim tidak hanya menyebabkan kerugian konstitusional bagi penyelenggara pusat kebugaran, tetapi juga pengguna fasilitas kebugaran. Pajak yang besar ini dituding menjadi penyebab mahalnya ongkos yang harus dikeluarkan pengguna fasilitas kebugaran.

FRANSISCO ROSARIANS

Berita terpopuler lainnya:

Ketua Umum Terpilih, Ibas Mundur sebagai Sekjen 

Jokowi Kalah Sama Penjual Dompet 

Kasus Lapas Cebongan, Polda Perlu Gaet Agen Asing?

Car Free Night Bandung Diuji Coba Besok

Chairul Tanjung akan Beli Saham Viva Media

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.