Cemberut Bisa Bikin Wajah Cepet Tua, Kok Bisa?

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Usia memang memegang peranan penting dalam proses penuaan kulit. Semakin meningkat usia seseorang, maka tekstur dan kekenyalan kulit akan berubah sehingga menjadi semakin kurang baik.

Kulit merupakan organ terluar yang melindungi tubuh manusia dari berbagai hal, seperti paparan polusi, sinar ultraviolet matahari, hingga radikal bebas. Hal tersebut membuat kulit rentan mengalami penuaan dini. Ditambah, kulit sendiri akan mengalami penuaan alami seiring berjalannya waktu.

"Makin bertambah umur, struktur kulit akan berubah. Itu dinamakan proses aging atau penuaan," ujar Medical Doctor, dr. Reinita Arlin, dalam acara virtual peluncuran Dear Me Collagen Peptide+, baru-baru ini.

Adalah kolagen, yang menjadi sumber utama dalam pembentukan tekstur kulit. Dijelaskan Reinita Arlin, kolagen merupakan bagian dari protein yang dibutuhkan tubuh. Kolagen sendiri diibaratkan semen yang membangun sebuah bangunan, di mana ia menjadi serat utama di dermis kulit.

"Kolagen ada 20 tipe. Di tubuh, kolagen tipe 1 akan makin meningkat dan puncaknya di usia 30 tahun. Dari usia 30 tahun, siap-siap kolagen akan turun 1-1,5 persen per tahunnya," paparnya lagi.

Selain usia, faktor penuaan dini juga dipicu oleh banyak hal. Sebut saja paparan asap rokok yang merupakan sumber radikal bebas. Bahkan, ekspresi bisa menjadi sumber kerutan yang ada di kulit wajah.

"Misalnya kita bete, dahi kita berkerut terus menerus dan kerutannya akan stay lebih lama. Jadi, ekspresi memang mempengaruhi penuaan," jelasnya.

Jarang juga yang memahami bahwa posisi tidur yang kerap miring terlalu lama dan terkena sarung bantal, membuat kulit bisa berkerut lebih mudah. Kondisi ini sendiri disebut sebagai faktor mekanis yang mana sebenarnya sangat bisa dihindari.

"Hindari stres, agak betenya hilang sehingga kerutan bisa diminimalisir. Asupan suplemen seperti minuman mengandung kolagen, juga disarankan, karena itu paling mudah diserap tubuh," jelasnya.