Cengkareng, Wilayah dengan Peningkatan COVID-19 Tertinggi se-DKI

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, terdata merupakan wilayah dengan peningkatan kasus COVID-19 yang tertinggi di DKI Jakarta, pada Minggu 20 Juni 2021. Padatnya pemukiman penduduk di wilayah tersebut membuat Cengkareng menjadi zona merah penyebaran COVID-19.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan harian kasus COVID-19 terbanyak di Kecamatan Cengkareng pada Minggu, dengan jumlah 238 kasus. Diketahui lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta kembali mencatat rekor baru, dengan penambahan 5.582 kasus pada Minggu 20 Juni 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Keseharan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Cengkareng 238 kasus, Penjaringan 208 kasus, Tanjung Priok 206 kasus, dan Cilincing 202 kasus.

Camat Cengkareng, Ahmad Faqih mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk menekan laju penyebaran COVID-19, dengan cara pemeriksaan rutin penerapan protokol kesehatan baru warga Cengkareng.

Salah satu opsi untuk menekan angka COVID-19 di wilayah tersebut adalah, dengan mempercepat proses vaksinasi COVID-19 dengan target 5.000 vaksinasi terhadap warga Cengkareng dalam satu hari.

"Vaksinasi tetap berjalan di semua kelurahan, target vaksinasi 5.000 vaksinasi per hari," ujar Faqih dikonfirmasi, Senin 21 Juni 2021.

Faqih menjelaskan vaksinasi di Kecamatan Cengkareng, memiliki target 277.000 orang yang bermukim di sana. Vaksinasi dilaksanakan di seluruh puskesmas kelurahan setiap harinya.

"Tujuh hari satu minggu di semua kelurahan. Di semua unit pelayanan di kelurahan," ujarnya.

Sambil melakukan vaksinasi, Faqih mengatakan pihaknya dari Satpol PP juga rutin melakukan operasi penertiban masker di seluruh wilayah kecamatan

"Kemudian setiap jam 21.00 WIB juga akan cek tempat-tempat usaha ada yang masih buka atau tidak, karena harus tutup jam 21.00 WIB semua," ujarnya.

Penyemprotan disinfektan rutin juga dilakukan di wilayah Kecamatan Cengkareng, namun kesadaran akan bahaya COVID-19 oleh masyarakat Cengkareng itu sendiri masih rendah. Tingginya peningkatan kasus COVID-19 di wilayahnya disebabkan warga yang semakin abai akan protokol kesehatan.

"Warga masyarakat ini semakin abai kalau saya lihat. Mungkin karena bosan memuncak dengan berbagai pengetatan, sehingga tingkat kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan ini semakin abailah begitu," ujarnya.

Faqih mengatakan, hingga saat ini hanya ada satu wilayah zona merah di Kecamatan Cengkareng, yakni di RT 06, RW 010, Kelurahan Cengkareng Barat. Disebutkan dalam kawasan itu ada 12 orang yang terpapar COVID-19 yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing masing.

"Kasusnya ada 12 terdiri dari empat rumah," ujarnya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel