Central Market, Pasar Modern yang Usung Pendekatan Keberlanjutan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Langkah nyata lebih ramah lingkungan kini jadi salah satu pertimbangan sederet pihak dalam berbisnis dan menyediakan kebutuhan masyarakat luas. Pendekatan keberlanjutan ini pula yang turut diusung oleh Central Market.

Proyek oleh Amantara, bagian dari Agung Sedayu Group ini rencananya akan membuka pintu pada Mei 2022. Central Market sendiri adalah pasar atau ruang publik modern yang dirancang menyesuaikan dengan gaya hidup di masa pandemi Covid-19 yang melanda seantero jagat.

"Salah satu faktor eco-lifestyle hub adalah 60 persen sumber energi dapat dari solar panel. Kita mencoba sustainable, menghemat sumber daya Bumi dan tidak terlalu konsimtif," kata Natalia Kusumo selaku CEO Hotels dan Malls Divisi 2 Agung Sedayu Group, dalam bincang daring, Jumat, 8 Oktober 2021.

Dari sisi desain, dikatakan Natalia, pihaknya menggunakan sistem cross ventilation. Pada koridor publik pasar modern ini nantinya tidak menggunakan pendingin ruangan.

"Kita pakai reusable material. Di Central Market ada kayu-kayu lapis itu kita pakai reuse wood. Di Jakarta banyak bongkaran gedung dan coba sourching dari gedung-gedung itu mencari kayu-kayu lapis yang masih bisa pakai," lanjutnya.

Natalia mengaku membutuhkan lebih banyak upaya, namun pihaknya tempuh cara ini untuk mencapai pendekatan keberlanjutan. "Tantangannya, material lebih mahal dan waktu buat sourching material lebih lama," jelas Natalia.

"Di tahap operasional juga mendorong tenant-tenant buat use less plastic, menggunakan material yang sustainable," terang Natalia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Elemen Keberlanjutan

Central Market.
Central Market.

Soal desain, proyek bersama Salim Grup tersebut turut menggandeng PTI Architects dan Bitte Design Studio. Natalia menyebut keduanya turut mendukung konsep yang ramah lingkungan.

"Kita ingin membawa konsep desain retail yang semakin relevan dengan gaya hidup masa kini. Kita main sedikit western feel, bata merah, terazo, sleek-stone," jelas Natalia.

Elemen ruang terbuka, seperti alfresco restaurants dan rooftop garden activity turut disediakan oleh Central Market. Elemen ini juga dihiasi dengan vertical garden di berbagai sisi, serta green amphitheatre sebagai tempat bersantai para pengunjung.

Protokol Kesehatan

Ilustrasi mengenakan masker untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh | unsplash.com/@anikolleshi
Ilustrasi mengenakan masker untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh | unsplash.com/@anikolleshi

Lewat konsep green-conscious dan eco-living yang dibangun, saat ini Central Market sedang menuju proses sertifikasi Green Building. Dalam operasinya, Central Market melibatkan komunitas, landscape hijau dan konsep sadar hijau di kota.

"Mengambil makna dari Central Market sendiri yang berarti "Everything for everyone at central location" semua yang dibutuhkan masyarakat sekitar maupun luar kawasan PIK, dapat ditemukan di Central Market," ungkap Natalia.

Ia juga menjelaskan pengawasan yang nantinya dilakukan dalam penerapan protokol kesehatan. "Kabar baiknya, semua karyawan dan tenant sudah divaksin," katanya.

"Protokol kesehatan kami dijalankan secara ketat dari batas maksimal pengunjung dan protokol kesehatan 6M, beberapa jam sekali akan ada petugas khusus yang keliling untuk mengingatkan protokol yang sudah dijalankan benar atau belum," jelasnya.

Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi

Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi (Liputan6.com/Niman)
Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel