CEO Amazon Akan Kembali PHK Karyawan Tahun Depan

Merdeka.com - Merdeka.com - CEO Amazon Andy Jassy dikabarkan telah memberitahu karyawannya bahwa perusahaan akan kembali melakukan PHK di beberapa divisi pada awal 2023 nanti.

Dilansir dari The Verge, Jumat (18/11), pemberitahuan itu diumumkan secara terbuka melalui sebuah memo pada Kamis (17/11). Pun sehari sebelumnya, Jassy mengonfirmasi beberapa PHK dan mengatakan bahwa proses perencanaan tahunan Amazon akan tetap berlanjut hingga tahun baru.

"Akan ada lebih banyak pengurangan peran karena para pemimpin terus melakukan penyesuaian," tulis Jassy dalam memo tersebut.

Jassy mengatakan perusahaan belum menentukan secara pasti berapa banyak peran tambahan yang akan dipotong, melainkan hanya menyatakan bahwa akan ada "pengurangan di Toko kami dan organisasi (Orang, Pengalaman, dan Teknologi)". Amazon akan menginformasikan siapa yang akan terkena dampak pemotongan pada awal tahun depan.

Pada Rabu (16/11), SVP perangkat dan layanan Dave Limp mengatakan bahwa beberapa staf diberhentikan, kemudian Jassy pada Kamis mengonfirmasi leporan dari Vox bahwa perusahaan telah memperpanjang pembelian sukarela ke beberapa organisasi SDM-nya.

Laporan Vox menyoroti bagaimana PHK telah dikomunikasikan secara internal sebelum Jassy membagikan informasi secara publik. Berdasarkan catatan Jassy, tampaknya pendekatan tersebut akan berlanjut.

"Seperti yang telah terjadi minggu ini, kami akan memprioritaskan komunikasi langsung dengan karyawan yang terkena dampak sebelum membuat pengumuman publik atau internal secara luas," tulis Jassy.

Ia juga mengatakan bahwa perusahaan akan mencoba mencarikan peran bagi orang-orang yang terkena dampak secara internal, dan jika tidak bisa, pekerja akan ditawari paket pesangon.

Sementara itu, memo Jassy tidak merinci berapa banyak orang yang akan atau sudah terdampak sehubungan dengan laporan The New York Times pada Senin lalu bahwa Amazon berencana memberhentikan sekitar 10.000 karyawan.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian [faz]