CEO Fintech Ajaib Bangga Bukalapak Pilih IPO di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bukalapak memantapkan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas saham ke publik melalui initial public offering (IPO).

Chief Executive Officer Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, mengatakan IPO Bukalapak merupakan sebuah tonggak sejarah bagi industri teknologi dan pasar modal di Indonesia.

"Untuk pertama kalinya perusahaan startup unicorn akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia," kata Rachmat melalui keterangan resminya.

Strategi itu diambil Bukalapak dengan komitmen untuk menciptakan ekonomi berbasis teknologi yang adil bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Langkah Bukalapak untuk memilih IPO di dalam negeri, turut didukung startup fintech Ajaib dengan mengirimkan surat cinta melalui billboard raksasa bertuliskan "Terima kasih Bukalapak pilih IPO di Indonesia."

CEO Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan sangat bangga melihat salah satu startup unicorn Tanah Air pilih IPO di dalam negeri.

"Langkah Bukalapak untuk melantai di BEI tentu akan berdampak positif terhadap iklim startup IPO di Indonesia ke depan," ujar Anderson seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (15/7/2021).

Anderson menambahkan, Ajaib siap menyambut para investor yang tertarik dan ingin memiliki saham IPO Bukalapak.

Para pengguna hingga investor milenial pemula dapat melakukan pemesanan saham IPO Bukalapak (buka) melalui aplikasi Ajaib ketika Masa Penawaran Umum (Offering) berlangsung pada tanggal 28 - 30 Juli 2021.

Cara Pemesanan

Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin (Foto: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)
Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin (Foto: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)

Selain itu, pemesanan IPO Bukalapak juga bisa dilakukan melalui pemesanan secara langsung kepada Perusahaan Efek dengan investor membuka rekening efek sebagai berikut:

1. Pastikan Anda telah memiliki Single Investor Identification (SID), Sub Rekening Efek (SRE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN). Video penjelasan lebih lanjut bisa dilihat pada halaman https://about.bukalapak.com/ id/investor-relations/ atau pada vidio.com

2. FPPS hanya tersedia dan dapat diunduh setelah diperolehnya pernyataan efektif dari OJK, yaitu diperkirakan pada 26 Juli 2021 sesuai dengan perkiraan jadwal pada prospektus awal (dapat berubah sesuai dengan diterimanya pernyataan efektif dari OJK). FPPS dapat diunduh dari situs https://about.bukalapak. com/id/investor-relations/

3. Sampaikan FPPS yang telah diisi dengan lengkap dan ditandatangani melalui email ke Perusahaan Efek Sebelum masa penawaran umum, calon investor dapat menghubungi Perusahaan Efek di mana investor membuka Rekening Efek untuk menyatakan minat.

Calon investor yang belum memiliki Single Investor Identification (SID), Sub Rekening Efek (SRE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN), juga dapat menghubungi Perusahaan Efek terdekat untuk membuka Rekening Efek dan RDN.

Sekaligus juga untuk informasi dan panduan lebih lanjut mengenai tata cara pemesanan, investor menghubungi Perusahaan Efek tempat membuka SRE. Daftar Perusahaan Efek di Indonesia bisa ditemukan di laman berikut https://www.ksei.co.id/ services/participants/brokers.

Perseroan saat ini telah menyediakan softcopy dari prospektus ringkas dan prospektus awal yang dapat diakses dan diunduh melalui link berikut https://about.bukalapak.com/ id/investor-relations/.

Penjamin Pelaksana Emisi Efek

Pembukaan kantor research and development di Surabaya (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pembukaan kantor research and development di Surabaya (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Dalam IPO ini, PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas telah ditunjuk Bukalapak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

1.Mandiri Sekuritas Care Center Telp: 14032 Email: care_center@mandirisek.co.id Whatsapp: +62811 191 14032

2. Buana Capital corsec@buanacapital.com Telp: (6221) 2793 8800.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel