CEO Parler John Matze Dipecat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Parler menghentikan CEO John Matze setelah aplikasi sayap kanan itu dilarang di berbagai platform. Matze menyebut tidak ikut dalam pengambilan keputusan ini oleh perusahaan.

"Pada 29 Januari 2021, dewan Parler yang dikendalikan oleh Rebekah Mercer memutuskan untuk segera menghentikan posisi saya sebagai CEO Parler. Saya tidak berpartisipasi dalam keputusan ini," tulis Matze, seperti dikutip dari FoxNews, Kamis (4/1/2021).

Dia menyebut perusahaan telah melakukan komunikasi dengan karyawan Parler dan pihak ketiga yang terkait guna adanya keputusan ini.

John Matze menulis bahwa selama beberapa bulan terakhir dia telah menghadapi berbagai penolakan terhadap visi aslinya untuk platform media sosial menyusul keputusan Amazon Web Services untuk menutup Parler.

"Misalnya, saya menganjurkan untuk lebih banyak stabilitas produk dan apa yang saya yakini adalah pendekatan yang lebih efektif untuk moderasi konten," tulis Matze.

Apresiasi Karyawan dan Lembaga

Matze juga mengapresiasi semua jajaran karyawan dan lembaga yang turun mendukung Parler tetap eksis.

"Mereka adalah kelompok luar biasa yang terdiri dari individu-individu yang beragam, pekerja keras dan berbakat dan saya sangat menghormati mereka. Banyak dari mereka telah menjadi keluarga kedua saya," tutur Matze.

Aplikasi media sosial Parler yang digunakan secara luas oleh pendukung Trump karena mendukung kebebasan berbicara, mengalami lonjakan pengguna setelah penangguhan permanen Presiden Trump di Twitter.

Akan Rilis dengan Perubahan

Setelah Amazon Web Service menghentikan aplikasi itu, sebuah sumber menyebut kepada FoxNews bahwa Parler akan mengalami beberapa pembaruan.

Antara lain peluncuran dengan merek baru dan perubahan yang terjadi di dalam perusahaan demi stabilitas.

Sebelumnya, Parler dijadwalkan akan kembali rilis pada Februari 2021 ini, namun mengalami beberapa penundaan.

Matze muncul sebagai bintang media konservatif di tengah kekacauan di sekitar perusahaannya yang dimatikan oleh Amazon. Dia memberi tahu stafnya bahwa dirinya akan mengambil cuti beberapa minggu sebelum mencari usaha baru.

"Setelah itu, saya akan mencari peluang baru di mana ketajaman teknis, visi, dan tujuan yang saya sukai akan dibutuhkan dan dihormati," tutupnya.