CEO PSIS Berharap Kompetisi 2020 Tidak Dibubarkan

Bola.com, Semarang - Mulai bermunculan isu kompetisi Shopee Liga 1 2020 bakal dihentikan sepenuhnya akibat wabah virus corona. Kini sejumlah klub peserta Shopee Liga 1 pun menyuarakan agar kompetisi lebih baik dianggap berakhir.

Klub Madura United dan Persela Lamongan sepakat mengusulkan agar kompetisi tahun ini lebih baik tidak dilanjutkan. Kini konsentrasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia adalah penanganan serius wabah COVID-19.

Sementara kompetisi Liga 1 baru berjalan tiga pekan, sebelum akhirnya ditetapkan berhenti total pada 23 Maret lalu. Bahkan tim seperti Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya baru bermain dua kali. Untuk kasta Liga 2 baru berjalan satu pertandingan.

Alhasil PSSI membuat status kompetisi force majeure hingga akhir bulan Juni 2020, atau sesuai masa darurat yang diberlakukan pemerintah.

Hanya saja PSIS Semarang tak sepakat dengan usulan yang ditawarkan Madura United dan Persela. CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan pembubaran kompetisi secara permanen bukanlah solusi yang tepat.

Tidak hanya klub, menurutnya pemain dan pelaku sepak bola lainnya akan mengalami kerugian yang besar apabila kompetisi dinyatakan bubar.

Kasihan Pemain

Selebrasi gol yang dicetak bek PSIS Semarang, Wallace Costa ke gawang Bali United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (15/11/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Hal paling krusial adalah seluruh kerja sama kontrak bakal dinyatakan gugur, seiring Shopee Liga 1 yang diputuskan bubar. Menurut Yoyok alangkah baiknya semua pihak menanti situasi wabah virus corona benar-benar mereda.

"Kalau kompetisi dinyatakan selesai permanen, pemain terancam menganggur. Mereka tidak ada pemasukan dalam setahun, kan kasihan juga," tutur Yoyok Sukawi, Rabu (8/4/2020).

Per tanggal 10 April besok, elemen di tim Mahesa Jenar akan menerima bayaran sebesar 25 persen dari nilai kontrak yang disepakati.

Hal tersebut sesuai arahan federasi sebagai solusi di tengah status force majeure kompetisi sampai bulan Juni. Bruno Silva dan kawan-kawan akan menerima gaji 25 persen untuk bulan April dan Mei.

"Gaji 25 persen yang tetap kami berikan adalah bukti klub tetap memperhatikan nasib pemain maupun pelatih. Semoga situasi segera membaik agar kompetisi berjalan lagi," jelas Yoyok Sukawi.

Saksikan Video Pilihan Kami: