CEO Qatar Airways dukung bos baru Boeing

Oleh Alexander Cornwell

KUWAIT (Reuters) - Kepala eksekutif Qatar Airways yang dulu pernah mengkritik para pengelola Boeing pada Rabu menyambut baik perubahan pucuk pimpinan produsen pesawat dari Amerika Serikat itu setelah perusahaan itu menghadapi masalah larangan terbang pesawat model 737 MAX buatannya setelah dua kecelakaan fatal.

Boeing menunjuk David Calhoun, mantan eksekutif General Electric yang sudah masuk direksi Boeing sejak 2009, sebagai kepala eksekutif dan presiden. Dia menggantikan Dennis Muilenburg.

CEO Qatar Airways Akbar al-Baker, yang memimpin salah satu maskapai terbesar di Timur Tengah, adalah pelanggan utama Boeing tetapi dulu pernah mengkritik Boeing dan saingannya Airbus. Dia pernah menyebut Boeing dijalankan oleh gerombolan tukang bantah dan pengacara.

"Saya menaruh kepercayaan besar kepada manajemen baru Boeing dan saya memiliki kepercayaan besar kepada Tuan Calhoun dalam memimpin perusahaan itu," kata Baker. "Saya senang sekali Tuan Muilenburg sudah pergi."

Boeing memecat Muilenburg karena kian jelas dia membuat sedikit kemajuan dalam mengatasi krisis 737 MAX yang telah menguras 9 miliar dolar keuangan produsen pesawat ini, memukul kalangan pemasok dan maskapai, mengancam terpangkasnya laju pertumbuhan ekonomi AS. Boeing 737 MAX sudah di-grounded sejak Maret setelah dua kecelakaan terjadi di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang.

Pengembangan model Boeing 777-9, versi baru jet berbadan lebar yang populer keluaran perusahaan ini, tertunda gara-gara perhatian fokus kepada pemulihan akibat krisis MAX. Baker mengatakan maskapainya yang merupakan pemesan 777-9, diharapkan menerima pengiriman pertama model itu pada pertengahan 2021, yang diakuinya lebih lambat dari yang semula direncanakan.

"Penting untuk dicatat bahwa penundaan itu bukan karena alasan selain MAX," kata Baker. "Seluruh konsentrasi Boeing saat ini adalah mengudarakan MAX."

Baker mengatakan Qatar Airways yang dimiliki negara akan melaporkan kerugian pada tahun anggaran yang berakhir sampai 31 Maret, tetapi diperkirakan mencapai titik impas pada tahun anggaran 2020/2021. Perusahaan penerbangan itu mengharapkan untung pada tahun anggaran 2021/2022, kata dia kepada wartawan.

Baker mengatakan maskapai utama Qatar ini akan terus terbang ke Iran dan tidak kehilangan satu pemesanan pun sepanjang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan seorang jenderal terkemuka Iran dan Iran meluncurkan rudal ke beberapa sasaran AS di Irak sebagai serangan balasan.

Sejumlah penerbangan ke Teheran dibatalkan pekan lalu setelah jatuhnya sebuah pesawat Ukraina di Iran yang diakui Teheran tak sengaja ditembak jatuh dalam beberapa jam penuh tegang setelah serangan balasan dengan peluru kendalinya.

Banyak maskapai menggunakan ruang udara Iran, termasuk Qatar Airways yang dilarang terbang di atas beberapa negara Teluk Arab karena sebuah pertikaian diplomatik.

(Laporan Alexander Cornwell; Laporan Ahmed Hagagy; Disunitng oleh Edmund Blair)