Ceraikan Istri Siri saat Hamil, Anggota Polres Musi Rawas Dijatuhi Sanksi Disiplin

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang anggota Polres Musi Rawas, Sumatera Selatan, Aipda DN mendapat hukuman disiplin lantaran menceraikan istri sirinya saat hamil lima bulan. Sang istri, RU, dinikahi DN secara siri karena dia telah memiliki pasangan resmi.

Kasus tersebut bermula dari laporan korban ke Polda Sumsel pada April 2022 dengan Nomor LP:40/IV/Dan.2.6.2022.Yanduan/ tanggal 21 April 2022. Untuk memudahkan pemeriksaan, laporan diserahkan ke Polres Musi Rawas dalam rangka penyelidikan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti mengungkapkan, Aipda DN berkenalan dengan DN melalui Tiktok dan sepakat menikah siri di Jawa Timur. Ketika korban hamil lima bulan, tersangka menelantarkan dan menceraikannya.

"Kasus ini sempat viral dan korban mengadukan nasibnya ke polisi. Korban diceraikan saat hamil lima bulan," ungkap Gusti, Selasa (3/8).

Sanksi Tegas

Dari pemeriksaan, Aipda DN akhirnya menjalani sidang disiplin pada 27 Juni 2022. Putusan sidang, hakim menjatuhkan tersangka bersalah dan dikenakan sanksi disiplin yakni ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari, demosi jabatan bintara polres, dan penundaan pangkat selama dua periode.

"Sanksinya jelas, kami tegas menghukum anggota yang melanggar," tegasnya.

Sepengetahuannya, Gusti menambahkan, Aipda DN telah menjalani sebagian besar hukuman, termasuk laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Polda Jawa Timur. Namun, pihaknya memandang perlu menambah sanksi berupa kode etik dan sudah diajukan ke Mabes Polri.

"Kasus ini jadi pelajaran yang lain, media sosial digunakan untuk kemanfaatan, bukan menggoda wanita. Apalagi secara kedinasan, istri polisi yang sah hanya satu," tegasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel