Cerdik Manfaatkan Peluang Bawa Batik Asal Solo Berjaya di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Istilah memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan sepertinya cukup tepat disematkan kepada Adetya Bayu pengusaha batik berbasis online shop (olshop) asal Solo, Jawa Tengah.

Di tengah sulitnya ekonomi yang dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akibat pandemi COVID-19, Adetya Bayu mampu memanfaatkan peluang dengan meluncurkan brand Batik Prabuseno.

Alumni Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) tersebut menjelaskan awal mula ia menjalankan usaha Batik Prabuseno melalui olshop.

Ia menyampaikan Batik Prabuseno didirikan pada 1 Juli 2020. Ia memanfaatkan peluang bisnis online di tengah pandemi COVID-19.

Saat itu, banyak pengrajin dan supplier batik mengalami kesulitan penjualan akibat adanya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat.

"Jadi dulu kita lahir itu latar belakangnya awal-awal Corona. Kita punya banyak kenalan pengrajin dan supplier batik yang biasa berjualan offline. Namun, ketika datang Corona, mereka mulai merasa dampak akibat adanya pembatasan. Karena background kita adalah internet marketing, kita koneksikan mereka dengan masyarakat melalui brand Batik Prabuseno," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Soal perbedaan dengan brand batik yang lain, Adetya Bayu mengungkapkan Batik Prabuseno menjual batik untuk kalangan anak muda. Adetya Bayu ingin merubah citra batik yang identik dengan orang tua dan hanya digunakan untuk acara-acara resmi.

"Bedanya dengan yang lain, Batik Prabuseno target marketnya anak-anak muda dan kantoran. Semangat kita juga agar anak-anak muda ini semakin cinta batik," lanjut Adetya Bayu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jenis Batik

Ilustrasi membatik. (Gambar oleh AnglesNViews dari Pixabay)
Ilustrasi membatik. (Gambar oleh AnglesNViews dari Pixabay)

Batik Prabuseno menjual batik jenis printing dan cap. Dua jenis batik itu, menurut Adit, paling digemari di kalangan anak muda.

Dari dua jenis batik itu, Adit mengaku mampu meraup omzet ratusan juta per bulan. Saat ini, ia telah mempekerjakan sebanyak 28 orang.

Sebelum berjaya dengan Batik Prabuseno, Adetya Bayu mengaku telah lama menjalankan bisnis berbasis online. Berbagai macam produk ia jual melalui market place.

"Pernah jualan buku, fashion, sepatu, dan yang serius bangun brand baru Batik Prabuseno ini," jelas Adetya Bayu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel