Cerianya Siswa di Solo Ikuti Sekolah Tatap Muka Perdana

Mohammad Arief Hidayat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Sejumlah siswa kelas IX SMPN 4 Solo semringah saat masuk perdana kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID-19. Namun, kini mereka tak bisa bebas saling meminjam alat tulis selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Para siswa tampak berdatangan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB. Tak seperti sebelum masa pandemi COVID-19, siswa yang berangkat pembelajaran tatap muka di sekolah diwajibkan memakai masker serta face shield.

Sebelum masuk kelas, mereka juga harus mengikuti prosedur protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu badan, mencuci tangan hingga masuk bilik sterilisasi. Bahkan, tempat duduk di kelas kini harus saling berjarak, satu meja hanya satu siswa.

Meski demikian, mereka terlihat tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka itu. Tak seperti sebelumnya, para siswa hanya belajar di sekolah selama dua jam tanpa istirahat. Setelah itu, mereka pun pulang dan harus dijemput keluarga, tak boleh naik angkutan umum maupun ojek online.

Salah satu siswa kelas IX SMPN 4 Solo, Kirana Najwa, mengaku sangat bersemangat untuk mengikuti pembelajaran tatap muka pada hari pertama ini. Sebab, sejak kegiatan belajar di sekolah ditiadakan mulai pertengahan Maret lalu, ia sudah begitu rindu belajar di sekolah.

"Awalnya memang merasa malas banget karena sudah lama di rumah, tapi ya akhirnya senang bisa bertemu dengan teman-teman sekolah," katanya saat ditemui di sekolah pada Rabu, 4 November 2020.

Baginya, mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah lebih nyaman dibandingkan dengan pembelajaran jarak jauh. Sebab, dengan bertatap muka penjelasan materi pelajaran dari guru bisa diterima serta dicerna dengan baik dan jelas.

"Enak tatap muka karena kalau daring itu biasanya susah untuk mengerti dan memahami pelajaran. Selain itu kalau daring hanya dikasih tugas dan PR," ujarnya.

Siswa lainnya, Caesarel, juga mengaku senang karena pada hari pertama masuk sekolah tatap muka ini bisa bertemu dengan teman-temannya yang telah berbulan-bulan tidak bertemu.

Kepala SMPN 4 Solo Sri Wuryanti mengatakan, setelah kegiatan belajar di sekolah ditiadakan sejak pertengahan Maret lalu, para siswa kelas IX kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Berbagai aturan diberlakukan selama mengikuti sekolah tatap muka ini untuk menghindari penularan COVID-19.

"Jadi SOP ada beberapa. SOP protokol kesehatan itu kan untuk keamanan dan keselamatan sendiri. Selain itu untuk mengamankan dan menyelamatkan orang lain," ujarnya.

Aturan yang diberlakukan, selain menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, sekolah juga meminta agar anak-anak saat berangkat ke sekolah diantar oleh orangtuanya maupun saudara yang bisa dipercaya. Sebab, selama menjalankan simulasi pembelajaran tatap muka, para siswa tidak dibolehkan untuk naik angkutan umum.

"Siswa tidak boleh berangkat naik angkutan umum. Kalau tidak ada yang mengantar, terpaksa siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh dulu dari rumah," katanya.

Kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah itu juga bisa diikuti secara zoom oleh para siswa yang belajar secara daring. Apalagi pada uji coba sekolah tatap muka gelombang pertama ini jumlah siswa juga dibagi menjadi dua, yakni separuh masuk sekolah dan separuh belajar jarak jauh dari rumah. Total kelas IX yang ikut belajar tatap muka di sekolah sebanyak 119 siswa.

Kegiatan pembelajaran tatap muka gelombang pertama akan digelar selama dua pekan. Setelah selesai nanti, para siswa yang kini mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah akan bergantian mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Jumlahnya seratus siswa.

Bahkan, para siswa tidak dibolehkan saling meminjam alat-alat untuk kegiatan belajar. Tak hanya itu, kebiasaan siswa yang setiap pagi bersalaman dengan guru juga ditiadakan dan diganti dengan salam. (art)

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19

Baca: Ridwan Kamil Bilang Vaksinasi COVID-19 pada November Belum Jelas