Cerita Abimana tentang peran barunya di "Story of Dinda"

·Bacaan 1 menit

Di film terbarunya "Story of Dinda: Second Chance of Happiness", Abimana Aryasatya berusaha masuk ke dalam karakter Pram dengan membawanya pada kehidupan sehari-hari.

Karakter Pram digambarkan sebagai sosok yang sabar, suka mendengarkan lawan bicara dan membuat orang di sekelilingnya merasa nyaman.

Abimana pun melakukan hal-hal yang menjadi ciri khas Pram selama proses pra-produksi dan syuting. Bahkan sikap ini juga terbawa saat di lokasi syuting, sehingga banyak pemain yang merasa bahwa Pram adalah sosok nyata.

Baca juga: Ini Alasan Abimana Aryasatya dipilih perankan Gundala

"Aku cuma follow the character. Pram adalah orang yang ngemong, mendengarkan dan saya melakukan hal yang sama dengan Pram, jadi aku mempraktikan karakter itu," ujar Abimana dalam jumpa pers "Story of Dinda: Second Chance of Happiness" pada Selasa (26/10/2021).

Abimana mengaku bahwa sifat aslinya berbeda dengan Pram. Jika sosok yang dimainkannya adalah orang yang sangat sabar, Abimana di kehidupan nyata justru lebih sering marah.

"Kalau di kehidupan sehari-hari aku enggak sesabar itu, tetap manusia biasa yang kalau lagi marah ya keras. Malah aku kesel sama Pram lembek banget jadi laki-laki, Pram itu orangnya kompromi semua bisa dikompromikan, kalau aku ada hal-hal tertentu yang enggak bisa dikompromikan," kata Abimana.

"Story of Dinda: Second Chance of Happiness" tayang mulai 29 Oktober 2021. Film ini merupakan sudut pandang seorang Dinda terhadap hubungan yang tidak sehat dengan Kale, yang dapat disaksikan dalam "Story of Kale".

Baca juga: Abimana Aryasatya merasa beban bintangi "Serigala Terakhir" terbayar

Baca juga: Cerita "Serigala Terakhir" berlanjut dalam bentuk serial

Baca juga: Abimana Aryasatya ingin komik asli Indonesia berjaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel