Cerita Adhyaksa Dault, Pimpin KNPI Tanpa Dibiayai Pemerintah

·Bacaan 2 menit

VIVA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menceritakan pengalamannya saat menjadi Ketua Umum KNPI pada masa reformasi. Dia menjadi Ketua Umum KNPI tahun 1999-2002.

"Waktu itu pas kongres saya bingung karena minta dibubarkan dan pas reformasi, dan tidak dibiayai sama sekali oleh pemerintah sama kaya Bung Haris Pertama karena waktu itu masih reformasi tapi ikhlas berkumpul sama teman-teman kita,” kata Adhyaksa, Minggu, 13 Juni 2021.

Dalam keterbatasan tersebut, dia tetap sukses memimpin KNPI hingga berakhir masa jabatan.

“Karena saya dari kecil di KNPI, hampir 15 tahun saya di KNPI, itu lah pentingnya KNPI sebagai wadah berhimpun. Dulu waktu itu sama bung Idrus (Idrus Marham) kita bertikai karena untuk KNPI, tapi setelah itu kita berteman baik lagi. Bung Idrus menunggu 3 tahun berikutnya menjadi Ketua Umum KNPI,” katanya.

Adhyaksa pun mengapresiasi Idrus Marham yang saat itu bertarung dengan fair merebutkan kursi Ketua Umum DPP KNPI. “Kalau sudah kalah jangan bikin tandingan, kumpulkan orang dan dekati pemerintah cari dukungan itu beleng-beleng namanya,” kata Adhyaksa.

“Saya paling enggak suka. Kalau mau selesaikan urusannya fight lagi di kongres akan datang. Ini wadah berhimpun pemuda Indonesia, jangan di tengah jalan bikin lagi tandingan. KNPI satu, ketuanya siapa? Haris Pertama,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia terus memberikan dukungannya kepada Haris Pertama sebagai Ketua Umum KNPI yang menjalankan roda organisasi tanpa dukungan dari pemerintah.

“How to be a good winner and how to be good loser, jadi pemenang yang baik kalau kalah yang baik, harus ksatria. Dulu kita ada seleksi yang panjang seperti bela negara sampai Lemhanas pemuda, kalau sekarang tidak. Bung Haris tidak dibiayai pemerintah, tapi bisa jalan karena kreatif,” ujarnya.

Adhyaksa menambahkan orang yang menjadi Ketua Umum KNPI harus memiliki tiga hal yaitu aset, akses, dan accept. Dia menilai Haris Pertama adalah seorang demonstran.

"Dulu waktu saya menpora, saya sering didemo, tapi dia no hard feeling dan tidak memiliki rasa dendam. Setelah itu dia bersahabat dengan saya,” kata Adhyaksa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel