Cerita Agen Aggy Eka Ressy, Newbie tapi Langsung Banjir Orderan Pemain di BRI Liga 1

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Surabaya - Agen pemain Aggy Eka Ressy menceritakan pengalamannya kepada Bola.com. Sebagai newbie, dia sukses mengageni 17 pemain di BRI Liga 1 2021/2022.

Aggy menaungi empat pemain asing Persik Kediri dan Persiraja Banda Aceh. Di Persik, Aggy menyuplai Arthur Silva, Dionatan Machado, Youssef Ezzejjari, dan Ibrahim Bahsoun. Lalu, empat pemain asing Persiraja juga masuk daftar kliennya, yakni Leo Lelis, Paulo Henrique, Vanja Markovic, dan Shori Murata.

Tiga klub menggunakan jasa dua pemain asing yang dibawa oleh Aggy, yaitu Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, dan Persita Tangerang. Di Persebaya, Jose Wilkson dan Taisei Marukawa adalah dua pemain yang bekerja dengannya.

Persela menggunakan jasa Jabar Sharza dan Guilherme Batata yang bernegosiasi di bawah bantuan Aggy. Jangan lupa juga dua pemain impor Persita, Alex Goncalves dan Adam Mitter, yang juga masuk Ressy Enterprise Agency.

Itu masih belum termasuk tiga pemain asing yang tersebar di tiga klub yang berbeda. Mereka adalah Mohammed Bassim Rashid (Persib Bandung), Jonathan Cantillan (PSIS Semarang), dan Amer Bekic (Borneo).

Masih ada satu pelatih asing juga yang dibawanya berkarier di Indonesia. Dia adalah Ian Gillan, pelatih asal Australia yang baru saja mengawali kiprah di Liga 1 dengan membesut PSIS Semarang mulai seri kedua BRI Liga 1.

Banjir Order

Aggy Eka Ressy bersama gelandang Persib Bandung, Mohammed Bassim Rashid. (Bola.com/Aditya Wany)
Aggy Eka Ressy bersama gelandang Persib Bandung, Mohammed Bassim Rashid. (Bola.com/Aditya Wany)

Setelah hanya punya tiga klien di 2019, Aggy kemudian memiliki tujuh nama untuk musim 2020. Aryn Williams masih bersama Persebaya dan Jonathan Cantillana pun memperpanjang kontrak bersama PSIS. Lalu, Alex Goncalves hengkang dari Persela dengan bergabung Persikabo 1973.

Jumlah kliennya kemudian bertambah menjadi tujuh seiring dengan luasnya jaringan Aggy. Mereka adalah Adam Mitter (Persiraja Banda Aceh), Tamirlan Kozubaev (Persita Tangerang), dan duo Persik, yakni Gaspar Vega dan Jefferson Oliveira

Sayang, kompetisi musim tersebut tidak berjalan sampai tuntas karena pandemi COVID-19. Sebanyak empat pemain pergi dan hanya menyisakan Adam Mitter dan Alex Goncalves yang kini sama-sama membela Persita Tangerang, termasuk Jonathan yang masih bersama PSIS.

Tapi, Aggy kemudian berhasil mendatangkan 14 nama lain seperti yang disebutkan di atas. Bahkan, dia juga bisa membawa serta Ian Gillan yang notabene berasal dari negara yang jarang menyumbang pelatih untuk kompetisi Indonesia.

“Dorongan dari teman-teman di luar negeri itu yang membuat saya mau mengerjakan ini. Diawali keberanian berkenalan dengan pelatih-pelatih Indonesia, sekarang saya juga punya banyak jaringan pengampu sepak bola Indonesia,” tutur Aggy.

Para pemain Aggy musim juga banyak yang menorehkan prestasi individu BRI Liga 1. Sebut saja Paulo Henrique dan Youssef Ezejjari yang menjadi pencetak gol terbanyak dengan enam gol. Capaian itu sama dengan Ilija Spasojevic (Bali United) dan Ezechiel N’Douassel (Bhayangkara FC).

Taisei Marukawa juga menjadi pembeda dengan teknik yang dimilikinya sebagai winger atau gelandang Persebaya. Dia memiliki pergerakan yang membahayakan bagi lawan sebagai pengatur serangan andalan Bajul Ijo.

Tantangan Menjadi Agen

Bek anyar Persita Tangerang asal Kirgistan, Tamirlan Kozubaev, bersama sang agen, Aggy Eka Ressy. (Bola.com/Aditya Wany)
Bek anyar Persita Tangerang asal Kirgistan, Tamirlan Kozubaev, bersama sang agen, Aggy Eka Ressy. (Bola.com/Aditya Wany)

Aggy tentu akan ikut merasakan senang melihat banyak pemain yang berada di bawah naungannya bisa menampilkan performa yang mengesankan. Apalagi, kebanyakan dari mereka menjalani musim debut di Indonesia.

Tapi, tidak jarang dia harus kerepotan menghadapi permintaan para pemain saat kompetisi sudah bergulir seperti ini. Alih-alih homesick atau rindu dengan keluar, mayoritas dari mereka mengalami gegar budaya dengan Indonesia.

“Terutama pemain non muslim ya. Mereka belum terbiasa dengan adzan lewat pengeras suara. Di Indonesia sholat lima waktu selalu ada suara itu. Awalnya mereka bingung, tapi lama-lama sudah terbiasa,” ucap Aggy.

“Terkadang ada juga yang butuh teman ngobrol. Terpaksa saya harus datang ke tempatnya. Kalau sedang sibuk, saya punya tim yang bisa menemani mereka bergantian. Situasi itu agak berat, tetapi harus dilakukan supaya kondisi psikologis pemain bisa fokus ke lapangan,” tuturnya.

Dengan pengalaman yang manis minim, Aggy merasa tetap harus mempelajari banyak hal lagi di sepak bola Indonesia. Buatnya, memiliki 17 pemain asing sebagai klien bukanlah pencapaian yang mengesankan kecuali melihat mereka tampil apik di lapangan.

“Ada banyak hal baru yang saya pelajari, terutama perkenalan dengan orang-orang baru. Sekarang juga harus tetap banyak belajar. Semoga bisa meramaikan belantika sepak bola Indonesia dengan banyak pemain asing yang menopang prestasi Indonesia,” ujarnya.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel