Cerita Akhir Pekan: Ilmu yang Harus Diketahui Perempuan Sebelum Jadi Ibu

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi seorang ibu bisa dibilang adalah dambaan semua perempuan. Betapa mulia tugas ibu, sebuah pekerjaan yang memerlukan banyak keilmuan dan keahlian. Menjelang Hari Ibu pada 22 Desember nanti, kita mungkin kembali menyadari bahwa menjadi seorang ibu itu tidak mudah.

Meski punya banyak keahlian, rasanya tidak ada sekolah formal atau pendidikan khusus untuk menjadi seorang ibu. Tapi benarkah tidak ada pendidikan formal untuk menjadi ibu? Lalu darimana seorang perempuan yang akan menikah atau akan punya anak belajar menjadi ibu?

"Sebelum menikah, saya nggak ada bayangan apa-apa soal menjadi seorang ibu. Saya tahunya kalau jadi ibu itu menyenangkan karena bisa menimang bayi sendiri," tutur Amanda seorang istri dan ibu dari dua orang anak, pada Liputan6.com, 18 Desember 2020.

"Saya cuma tahu soal susah senangnya menjadi Ibu dari cerita orangtua, kakak, dan cerita teman-teman. Setelah menikah, saya mulai belajar kalau ternyata berumahtangga tidak semudah bayangan kita, apalagi setelah punya anak, tantangannya jauh lebih sulit," tambahnya.

Saat hamil anak pertama, Amanda bersemangat mengumpulkan informasi tentang kehamilan. Dari hal-hal kecil seperti aplikasi apa saja yang bisa diunduh selama hamil sampai hal-hal krusial seperti makanan dan obat apa saja yang dapat mempengaruhi calon bayi.Ia mengaku sempat bersikeras intuk mengurus anak sendiri dan menolak dibantu keluarga karena ego sebagai ibu baru.

Dampaknya, ia merasa sering mengantuk dan sempat kurang menikmati momen-momen pertama menjadi ibu karena lelah dan mudah emosi. Namun setelah mendengar masukan dan saran dari ibu maupun ibu mertuanya, Amanda akhirnya mau mengalah dengan berbagi mengurus bayi dengan orang-orang terdekatnya.

"Aku banyak dapat masukan dari mama dan mama mertua aku, mereka juga suka aku ajak menginap di rumah aku, jadi aku bisa banyak belajar dari mereka. Selain dapat banyak ilmu, secara fisik dan mental aku juga jadi lebih fit dan tenang," terangnya.

Menurut Dyah Maro, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ada banyak cara bagi perempuan untuk belajar menjadi ibu. Yang paling mudah dan bisa dilakukan sejak dini adalah belajar dari orang-orang terdekat dan satu rumah atau tempat tinggal. Bisa dari ibu kita sendiri, nenek, bibi, kakak sepupu, maupun kerabat lainnya yang sudah berpengalaman menjadi ibu. Selain itu bisa juga bertanya pada teman dekat atau sahabat.

Mencari Informasi Akurat

Peringati Hari Anak Nasional dengan mencoba belajar jadi ibu yang pengertian melalui pola asuh mindful parenting. (Ilustrasi: Pexels.com/Pixabay)
Peringati Hari Anak Nasional dengan mencoba belajar jadi ibu yang pengertian melalui pola asuh mindful parenting. (Ilustrasi: Pexels.com/Pixabay)

"Yang terpenting, terutama saat awal-awal melahirkan, jangan memaksa diri melakukan terlalu banyak hal. Minta juga bantuan dari orang-orang di sekitar Anda, seperti ibu, saudara, nenek atau bahkan mertua Anda. Support system itu snagat penting karena kita tidak mungkin melakukan semuanya sendiri," terang Dyah saat dihubungi pada 18 Desember 2020.

"Biarkan keluarga atau teman membantu Ibu. Banyak orang yang begitu ingin membantu hanya mungkin mereka tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu. Jadi jangan ragu untuk memberi tahu mereka," sambung perempuan yang juga seorang penulis ini.

Dyah menambahkan, belajar menjadi ibu juga bisa dengan mencari informasi yang akurat sebanyak-banyaknya tetang cara mengurus anak maupun keluarga. Ibu juga bisa bicara pada suami, keluarga, teman, atau dokter. Sangat menyenangkan kalau Anda dapat mencari kelompok ibu dan bayi di lingkungan Ibu. Dalam kelompok ini, Ibu bisa bertukar cerita dan punya sedikit waktu bersama para ibu dalam situasi yang sama, sehingga tidak lagi merasa sendirian.

"Sepanjang menjalani peran sebagai istri dan orangtua itulah menjadi proses belajar. Proses belajar bisa didapat dari buku, media sosial, diskusi kelompok, dan teman. Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi bukan hanya untuk menambah pengetahuan tapi juga bisa menghilangkan perasaan stres," ucap Dyah.

Bukan hanya harus belajar, pastikan juga Anda merawat diri Ibu sendiri. "Ibu harus memastikan bahwa Ibu cukup tidur dan berolahraga agar tubuh dan pikiran Ibu sehat sehingga siap menghadapi hari," ujar Dyah Maro.

Belajar menjadi ibu memag tidak harus lewat pendidikan formal, tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Saat ini ada beberapa tempat atau lembaga yang mengadakan kegiatan belajar untuk menjadi orangtua atau ibu yang baik. Salah satunya adalah School of Parenting (SOP). Sekolah ini bertujuan menemani para orangtua dalam menemukan pola asuh yang sesuai dengan nilai-nilai keluarga mereka sembari mereka dapat menikmati peran mereka sebagai orangtua di jaman sekarang ini.

Pola Asuh Sudah Berubah

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/GustavoFrings
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/GustavoFrings

"Kita melihat akan kebutuhan orangtua generasi milenial (25-39 tahun) akan keilmuan parenting. Mereka adalah generasi yang sudah mulai "aware" dengan pola asuh yang mereka terapkan di rumah. Mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat menerapkan pola asuh yang sama seperti cara mereka dibesarkan karena dunia yang sudah berubah," terang Lusy Sutedjo selaku pendiri dan CEO School of Parenting pada Liputan6.com, Sabtu, 19 Desember 2020.

Peserta SOP adalah siapa saja yang peduli dengan tumbuh kembang generasi mendatang (baik secara fisik, mental dan pendidikan).

"Parenting tidak hanya tentang membesarkan anak saja, namun tentang bertumbuh bersama baik sebagai individu maupun keluarga. Di SOP kami memiliki kerangka berpikir belajar Parenting, yang kami sebut Parenting Journey yang terdiri dari 3 pilar, yaitu Menang Atas Diri Sendiri ; Menang Bersama Pasangan dan Menang Bersama Anak," sambung Lusy.

Lusy menambahkan, SOP ingin mempermudah para orangtua untuk belajar, baik melalui artikel, kelas online (diskusi chat dengan para ahli SOP), workshop online (kelas yang lebih interaktif dengan video conference) dan tanya ahli (private chat dengan ahli)

"Para ahli di SOP adalah para profesional yang sudah tersertifikasi di bidangnya yang bekerja sama dengan SOP, baik psikolog, dokter anak, ahli gizi, financial planner, dan dokter spesialis terkait," tutur Lusy.

Semua Ibu itu Baik dan Terbaik

Ilmu yang Harus Diketahui Perempuan Sebelum Jadi Ibu. (dok.Instagram @school_of_parenting/https://www.instagram.com/p/CGhMqqwJXSY/Henry)
Ilmu yang Harus Diketahui Perempuan Sebelum Jadi Ibu. (dok.Instagram @school_of_parenting/https://www.instagram.com/p/CGhMqqwJXSY/Henry)

Menurut Lusy, pada intinya semua Ibu itu baik dan terbaik untuk anak-anaknya. Tidak ada pelajaran untuk menjadi Ibu yang baik. Namun ada persiapan-persiapan yang dapat dipelajari dan dilakukan, agar setiap Ibu dapat menjalani perannya dengan bahagia.

Sebelum menjadi Ibu, seorang perempuan perlu belajar terlebih dahulu untuk Menang Atas diri Sendiri. Menerima, mengenal baik dan mencintai dirinya sendiri, agar nantinya setelah menjadi Ibu, tanki cinta itu sudah dan akan tetap penuh untuk dapat dialirkan ke pasangan dan anak-anaknya.

"Hal-hal teknis lainnya bisa dipelajari dari sumber mana pun (seperti cara menyusui dan MPASI) dan dapat berubah sesuai kondisi dan jaman, namun pengenalan dan penerimaan akan diri sendiri itu hanya kita yang bisa karena cara setiap orang akan berbeda-beda," ucap Lusy.

Bagi Lusy, seorang ibu bisa tetap belajar, untuk menjadi tenang, dan untuk menjadi bahagia di situasi apapun, termasuk di situasi sulit. "Ujian parenting bisa datang kapan saja, karena itu Ibu dan Ayah tetap perlu belajar agar ketika masa-masa sulit datang, Ibu bisa kuat dan Ayah bisa memberi support.. demikan sebaliknya," tutupnya.

Infografis Ingat Pesan Ibu

Infografis Ingat Pesan Ibu (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Ingat Pesan Ibu (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: