Cerita Akhir Pekan: Masalah Rambut di Masa Pandemi dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Situasi pandemi virus corona Covid-19 ini membuat banyak orang harus lebih banyak berada di rumah. Berbagai tempat usaha dan perawatan diri seperti salon juga sempat tutup dalam waktu cukup lama.

Karena sempat lama tutup, banyak masalah rambut yang timbul. Hal itu juga dialami Alisa Septiani, seorang karyawati swasta yang gemar naik sepeda. Wanita yang tinggal di kawasan Bekasi ini sering bersepeda bersama beberapa temannya atau terkadang sendirian agar tubuh tetap bugar di masa pandemi.

Namun Alisa justru mengalami masalah rambut rontok karena aktif bersepeda. Paparan sinar matahari dan polusi saat bersepeda memicu rambut rontok. Kalau ada masalah pada rambutnya, Alisa biasanya pergi ke salon.

Sayangnya, salon langganannya terkadang harus tutup karena beberapa perubahan kebijakan yang terjadi selama pandemi, seperti PSBB dan PPKM. Ia pun masih agak khawatir untuk pergi ke salon karena agak sulit menjaga jarak dengan orang yang menata atau merawat rambutnya.

"Sekarang salon langganan saya sudah buka, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat tapi saya tetap belum berani datang ke salon," ucap Alisa pada Liputan6.com, Jumat, September 2021.

Untuk mengatasi masalah rambutnya, Alisa berkonsultasi dengan penata rambut di salon langganannya. Untuk saat ini ia melakukan perawatan rambut sendiri di rumah sebelum nanti kembali mengunjungi salon.

"Jadi konsultasi aja lewat telepon, saya kirim foto atau video kondisi rambut saya, terus tanya-tanya sama orangnya langsung. Saya tetap bayar sesuai tarif kalau pergi ke salon. Terus saya dikasih saran untuk memilih beberapa produk untuk perawatan sendiri di rumah," kata Alisa.

Setelah memilih produk perawatan rambut yang dianggap cocok untuknya, Alisa mulai melakukan sejak beberapa bulan lalu. Hasilnya, kondisi rambutnya sudah jarang rontok terutama saat disisir. "Produk yang saya pakai ini bisa mengurangi rambut rontok sampai sekitar 85 persen. Jadi produk ini aktif menutrisi dan melindungi akar, kulit kepala, serta batang rambut. Dalam waktu kurang dari dua bulan, rontoknhya udah berkurang jauh," ungkapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mengatasi Rambut Rontok

Ilustrasi Masalah Rambut di Masa Pandemi dan Cara Mengatasinya. (dok.Instagram @itjeher/https://www.instagram.com/p/CCIeJ3CgR4b/Henry)
Ilustrasi Masalah Rambut di Masa Pandemi dan Cara Mengatasinya. (dok.Instagram @itjeher/https://www.instagram.com/p/CCIeJ3CgR4b/Henry)

Meski kondisi rambutnya sudah mulai membaik, Alisa mengaku akan tetap pergi ke salon dalam waktu dekat ini. Ia akan memberanikan diri untuk pergi karena situasinya sudah agak membaik dan memang sudah waktunya untuk datang langsung.

Bisa dibilang, masalah rambut yang paling banyak dialami selama pandemi adalah kerontokan rambut. Menurut Rima Wira Sakti, pemilik Itjeher Hair & Beauty Salon. Rima pun membagikan tips atau solusi untuk mengatasi rambut rontok.

Yang pertama, ia menyarankan agar rambut dipotong agak pendek, sekitar sebahu atau di atasnya. "Setelah dipotong, sebaiknya. Lalu melakukan perawatan hair spa detox secara rutin, seminggu sekali. Kalau bisa jangan sering mengikat rambut, seperlunya saja," terang Rima melalui pesan pada Liputan6.com, Kamis, 2 September 2021.

"Selain perawatan dari luar, lakukan juga perawatan dari dalam. Contohnya, mengonsumsi suplemen yang bagus untuk rambut, seperti collagen peptides maupun vitamin lainnya," lanjutnya. Rima menambahkanm masalah lainnya yang serng dijumpai selama pandemi adalah rambut kering dan ujungnya bercabang.

Hal ini sering terjadi karena kita tidak rutin melakukan perawatan rambut. Karena lebih banyak berada di rumah dan salon masih banyak yang tutup, terkadang kita lalai memperhatikan kondisi rambut. Untuk mengatasi rambut kering dan bercabang, menurut Rima, solusinya hampir sama dengan mengatasi rambut rontok.

Menggunting Rambut

Ilustrasi perawatan rambut di masa pandemi (dok.unsplash)
Ilustrasi perawatan rambut di masa pandemi (dok.unsplash)

"Caranya, ujung rambut yang kering dipotong. Setelah itu lakukan hair spa detox seminggu sekali. Lalu pakai conditioner setiap mencuci rambut, menggunakan vitamin rambut untuk ujung-ujungnya. Kalau bisa ditambah dengan meminum suplemen yang baik utk rambut seperti collagen peptides," jelas Rima.

Saat ini, jaringan Itjeher sudah buka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para pelanggan pun sudah mulai berdatangan setelah sekian lama tidak bisa datang langsung. Itjeher sendiri termasuk salon yang tidak melayani pelanggan di rumah (home service).

"Kita memang hanya membuka layanan langsung di salon yang sekarang sudah buka kembali. Alhamdulillah pengunjung sudah mulai lumayan, walaupun memang jauh ya kalau dibandingkan sebelum pandemi. Karena kapasitasnya juga kan dibatasi," ujar Rima.

Masalah rambut rontok yang banyak terjadi selama pandemi juga diungkapkan Amanda, seorang penata sekaligus pengelola sebuah salon di kawasan Jakarta Pusat. Menurut Amanda, terkadang kita panik saat rambut rontok dan mengonsumsi obat atau tonik padahal tindakan seperti itu tak perlu dilakukan.

"Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah gunting rambut dulu lebih pendek. Karena, rambut yang lebih panjang bisa menyebabkan tarikan di akar rambut lebih berat. Kalau masih belum berani pergi ke salon di masa PPKM ini, bisa dengan menggunting rambut sendiri di rumah. Bisa juga minta bantuan teman atau orang rumah yang terbiasa menggunting rambut," terang Amanda pada Liputan6.com, Jumat, 3 September 2021.

Hindari Aksesori Rambut

Ilustrasi Perawatan Rambut dan Kulit Kepala | unsplash.com/@jonathanborba
Ilustrasi Perawatan Rambut dan Kulit Kepala | unsplash.com/@jonathanborba

Menurut Amanda, hal yang sama juga akan terjadi saat Anda mencuci rambut atau keramas. Helaian rambut yang lebih panjang akan lebih berat ketimbang rambut pendek. Solusi lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi rambut rontok adalah jangan terlalu sering menyisir, karena bisa menarik akar rambut sehingga menjadi lebih mudah lepas.

Amanda menambahkan, khusus untuk wanita, sebaiknya hindari penggunaan aksesori rambut, salah satunya ikat rambut. Alasannya, rambut yang dikuncir bisa meningkatkan risiko untuk kerontokan rambut karena akar rambut sering ditarik.

Untuk wanita yang berhijab, Amanda menyarankan agar tidak mengikat rambut terlalu kencang sebelum mengenakan hijab. Hal itu bukan hanya bisa menyebabkan rambut rontok tetapi juga pelebaran belahan rambut. Salah satu solusinya adalah dengan membuat sanggul yang rendah dan agak longgar.

"Selain itu batasi memakai alat pengering rambut apalagi buat yang rambutnya halus karena bisa memicu rambut rontok juga. Kalau memang tidak suka mengeringkan rambut, bisa dengan menggunakan diffuser pada pengering. Yang terpenting selama pandemi ini, Di masa pandemi, selalu jaga kebersihan diri, dari ujung kepala hingga kaki," pungkasnya.

Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel