Cerita Akhir Pekan: Pemandu Wisata, Antara Ada dan Tiada

Liputan6.com, Jakarta - Seiring popularitas traveling yng menanjak, segala komponen entang perjalanan mestinya secara oomatis terangkat naik. Layanan transportasi dari dan ke lokasi, serta ketersedaan akomodas hampir selalu jadi rentatan faktor disebut esensal, meninggalkan pemandu wisata berada di batas 'penumbra'.

Seetidaknya itulah yang terjadi bila berbicara tentang turis domestik. Belum jadi sebuah kebiasaan bagi kebanyakan pelancong dalam negeri untuk memakai jasa pemandu wisata dalam satu-dua kunjungan, walau ke tempat yng belum pernah disambangi sama sekali.

Padahal, menurut salah saeorang founder Indonesia Tour Guide (ITG) Noky Rizky Samudra, pemendu wisata punya peran esensial dalam menentukan warna penjelajahan. "Lisensi bagi pramuwisata itu wajib. Kalau sudah begitu, berarti kan mereka sudah menjual jasa secara profesional," katanya pada Liputan6.com lewat sambungan telepon, Jumat, 16 Agustus 2019.

"Mereka sudah kompeten untuk memberi informasi dan penaraha, Ini akan jadi lebih penting jika perginya ke tempat-tempat bersejarah atau museum. Pramuwisata biasanya akan memberi cerita mearik dan informasi tambahan. Apalagi, ITG sendiri memang sengaja pakai pemandu wisata lokal, yang memang orang sana," sambung Noky.

Soal minat wisatawan domestik yang masih cukup rendah, lNoky sendiri punya dugaan bahwa biasanya mereka pergi untuk semata menyegarkan pikiran, bisa juga sudah berandang ke tempat tersebt dengan teman yag merupakan warga lokal, atau keingntahuan tentang sebah tempat secara tepat belum menggelitk.

"Tap, secara data nya mengapa, kami masih dalam proses riset," kata lelaki yang sudah berkecimpung di bisnis pariwisata sejak 2011 tersebut. Sembari jalan, Noky mejelaskan, ITG akan melalkukan kampanye daring terkait pentingnya peran pemandu wisata.

"Aalagi sekarang ada beberapa tempa yang sudah menerapkan bahwa turis dalam jumlah tertentu harus didampingi pemandu wisata. Kalau saya tidak asalah, Bali itu lebih dari 10 orang, sedangkan Karimunjawa tujuh sampai delapan turis," tambahnya.

Sewa Jasa Pemandu Wisata Semudah Belanja Online

Pemandu wisata menjelaskan sejarah Kota Tua, Jakarta, kepada wisatawan asing yang tengah melakukan kunjungan, Kamis (6/10). BPS melaporkan, pada Agustus 2016 jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia tembus 1,03 juta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemandu wisata menjelaskan sejarah Kota Tua, Jakarta, kepada wisatawan asing yang tengah melakukan kunjungan, Kamis (6/10). BPS melaporkan, pada Agustus 2016 jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia tembus 1,03 juta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kampanye daring yang rencannaya bakal terluncur sejalan dilakkan dengan pengadaan menyewa jasa pemandu wisata dengan cra sangat mudah. Noky mengatakan, ITG yang sudah terbentuk sejak akhir 2016ini kini tengah mempersiapkan aplikasi setelah sealama ini melakukan transaksi lewat situs.

Jasa pmandu wisata yang dsediakan d sni tersedia dalam dua jenis, yakni one day service dan hanya memndu dalam beberapa jam saja. "Misal, cuma ke museum, itu kan nggak seharian, paling hnya sekalian jam," jelas lelaki asal Jepara, Jawa Tengah, tersebut.

Kendati aplikasi yang bakal tersedia di Android masih digodok, pememasannya nanti kurang lebih sama dengan situs. Calon pengguna jasa tinggal menentukan hendak pergi ke mana, memilih jasa pemandu untuk sehari ata hanya beberapa jam, setelah pilih layanan, pemabayara full payment dilakkan.

"Di siuwisatawan bisa pilih jasa pemand lokal yang sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang bervarasai. Kami jugamehgurangi risiko pemandu wisata tidak muncul di hari H dengan cara wisatawan membyaarkan jasa yang dipilih ke rekening bersama. Jadi, tidak langsung ke pramwisatanya," papar Noky.

Soal harga, setiap pemandu wisata sangat mugkin mematok tarif berbeda sesuai dengan layaan yang ditawarkan. One day service biasaya dibanderol Rp600 ribu-Rp700 ribu untk turis asing dan sektar Rp250 ribu--Rp300 ribu untuk turis lokal. "Kalau cuma beberapa jam paling mulai dari Rp50 ribu," katanya.

Ia mengatakan, sekarang tota ada 80 pemandu wisaa di berbagai provisi yang tergabung dengan ITG. Rencannay, mereka akan memperluas jaringan dengan membuat kesematan bagi lebih banyak pemandu wisaa untuk bergabung.

Pihak ITG yng tengah menaw=rgetkan memiliki setidaknya satu pemandu wisata di satu desa wasata n mengatakan, akan membantu dalam mendapatkan lisensi bagi mereka, tertama para pemuda, yang ingin memajukan potensi desanya dengan jadi pemandu wisata.

Di samping jasa pemandu wisata, layanan ITG juga memungkina wisaawan untuk memesan penyewaan mobil dan paket wisata. Mereka naninya ingin jadi one stop service bagi para pelancong degan mengedepannkan kearifan dan budaya lokal, mulai dari jawasa pemandu setempat, hingga homestay para warga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: