Cerita Akhir Pekan: Prospek Pariwisata 2022, Peluang dan Tantangan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini fokus pada pergerakan wisatawan nusantara yang diprediksi 2022 naik menjadi 260--280 juta. Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno, baru-baru ini.

Meningkatnya wisatawan nusantara atau [wisatawan] 4844403 "") dalam negeri karena dominannya pasar domestik. Setidaknya hal itu berjalan dari awal sampai pertengahan 2022.

"Pertumbuhan pariwisata akan lebih banyak dipacu oleh pasar domestik, terutama dengan ketidakpastian yang masih ditimbulkan oleh munculnya varian omicron.Tapi tidak perlu pesimis, saya rasa pasar domestik kita masih kuat," kata dosen pemasaran pariwisata dari Universitas Dhyana Pura, Putu Chris Susanto kepada Liputan6.com, Kamis, 30 Desember 2021.

Meningkatnya pasar pariwisata domestik tetap harus memperhatikan 5 K yaitu, Kapasitas, Kualitas, Kepatuhan, Kewaspadaan, dan Kepedulian. "Kapasitas, artinya kita tidak bisa lagi seperti prapademi mendatangkan tamu sebanyak-banyaknya di satu tempat yang sama pada waktu yang bersamaan. Sekarang dan ke depan kapasitas harus dijaga," ujar Putu.

Sementara terkait kualitas, tentunya kualitas pariwisata akan semakin ditekankan. Untuk itu, harus menerapkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan CHSE.

"Soal kewaspadaan, walaupun ingin berwisata konsumen akan dan harus tetap mengikuti perkembangan terkini. Sementara kepedulian, prospek destinasi yang peduli tidak hanya terhadap kesejahteraan atau well being wisatawan, tapi juga lingkungan dan masyarakat. Itu penting," imbuh Putu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Wisatawan Mancanegara

Sejumlah wisatawan mancanegara saat berbincang di Lokasi Wisata Hiu Paus Gorontalo (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Sejumlah wisatawan mancanegara saat berbincang di Lokasi Wisata Hiu Paus Gorontalo (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Putu menegaskan, demand wisatawan domestik tetap kuat, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Ia mengatakan selalu ada tempat baru yang membuat turis domestik penasaran.

Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara (wisman) masih akan didominasi oleh yang jangka panjang, wisata hitungan minggu, bukan hari. Menparekraf Sandiaga Uno memproyeksikan jumlah wisman masuk ke Indonesia pada 2022 berkisar 1,8-3,6 juta.

Jumlah tersebut, menurut Putu, merupakan wisatawan yang bersusah payah bela-belain datang ke Bali. "Jadi supaya worth it, mereka akan stay agak lama. Hitungan minggu atau bulan. Bali tetap akan jadi Destinasi utama untuk para digital nomad. Sekarang tinggal bagaimana sikap pemerintah dan penyedia layanan pariwisata menyikapi itu," kata Putu.

Di zaman pandemi ini, wisatawan akan cenderung memilih destinasi yang bagi mereka "worth it" (sepadan). Jadi, semakin banyak kemudahan yang diberikan (convenience), semakin menarik suatu destinasi.

"Antara dua atau beberapa pilihan destinasi yang sama-sama indah dan menarik, saya rasa konsumen akan cenderung memilih yang paling "worth it" dan tidak ribet bagi mereka. Jadi, destinasi harus pintar-pintar mengemas dan merancang pemasarannya," tegasnya.

Tergantung Pergerakan Orang

Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Foto: (Switzy Syabandar/Liputan6.com)
Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Foto: (Switzy Syabandar/Liputan6.com)

Sementara itu, prospek pariwisata dapat 2022, tergantung pada urat nadinya, yaitu pergerakan manusia. Jika pergerakan orang dibatasi, maka sektor pariwisata sangat sulit bertumbuh. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran kepada Liputan6.com, Kamis, 30 Desember 2021.

"Kami kembali menegaskan bahwa urat dari pariwisata itu pergerakan orang. Jika pada 2022 kita bisa bertahan pada PPKM Level 2 dan Level 1, kita berharap lebih dari itu. Level 1 atau tidak ada sama sekali," ujar Maulana.

Lelaki yang akrab disapa Allan itu mengungkapkan, jika kondisinya demikian, maka akan terjadi pertumbuhan pariwata dari sektor perhotelan dan restoran. Ia menilai pertumbuhan tersebut dimulai pada kuartal dua, tiga, dan empat.

"Segmen market dari hotel itu, paling besar dari sektor domestik adalah segmen market MICE yang dilakukan oleh pemerintah. Kami berharap perkembangan Omicron tidak membesar," harap Allan tentang tantangan pariwisata ke depan.

Untuk kasus Omicron di Indonesia, Kementerian Kesehatan per 26 Desember 2021 mencatat, ada 46 kasus konfirmasi, dilansir dari kanal Health Liputan6.com. "Seluruhnya adalah pelaku perjalanan luar negeri dari berbagai negara. Ada 1-2 dari dalam negeri, ya pekerja di Wisma Atlet," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B. Pandjaitan.

Infografis Rekomendasi Wisata 2022

Rekomendasi wisata 2022 (dok.Liputan6.com/ Trie Yasni)
Rekomendasi wisata 2022 (dok.Liputan6.com/ Trie Yasni)
Rekomendasi Pariwisata 2022
Rekomendasi Pariwisata 2022
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel