Cerita Akhir Pekan: Suka Duka Potong Rambut Sendiri, Siapa Berani?

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Selain merawat wajah dan tubuh, potong rambut turut masuk sebagai salah satu agenda berkala. Potong rambut bukan hanya untuk menjaga penampilan, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dalam beraktivitas seharian, terutama di masa pandemi Covid-19.

Di tengah pembatasan kegiatan dan pandemi yang tak kunjung usai, potong rambut sendiri jadi opsi tak sedikit orang. Lantas, apa alasan mereka berani memilih hal tersebut?

Ibu rumah tangga bernama Dwita Widya berbagi cerita hingga akhirnya ia memutuskan potong rambut sendiri di masa pandemi. Hal ini awalnya tak pernah ia lakukan karena selalu mengandalkan tenaga profesional.

"Jarang salon yang buka karena PPKM. Alasan utamanya karena di rumah ada bayi, jadi lebih takut untuk berinteraksi sama orang luar di masa pandemi," kata Dwita saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 2 September 2021.

Bahkan selama pandemi, dikatakan Dwita, ia telah potong rambut sendiri sebanyak lima kali setelah melihat tutorialnya di YouTube. Ibu dua anak ini memilih model potongan layer trap.

Pengalaman ini meninggalkan cerita menarik tersendiri baginya. "Puas sama potongan sendiri. Biarpun awal potong sendiri panjang sebelah. Lama-lama, tahu ukuran yang lebih tepat. Setelah pandemi, lebih baik diserahkan ke yang lebih ahli ya," lanjutnya.

Kisah lain datang dari pegawai swasta bernama Alvin Yoga yang belum pernah potong rambut sendiri. Ia biasanya memilih memangkas rambut ke salon langganannya.

"Takut datang ke salon karena sepertinya akan bersentuhan dan bertemu dengan banyak orang. Walaupun memang keadaan salon pasti lebih sepi, tapi kan risiko selalu ada," kata Alvin kepada Liputan6.com, Kamis, 2 September 2021.

Alvin melanjutkan, ia juga belum berani keluar rumah. Meski kini banyak salon yang menawarkan opsi mendatangkan tukang cukur ke rumah, ia belum berani ambil risiko.

Sebelumnya, Alvin membiarkan rambutnya panjang hingga merasa risih karena banyak meeting yang mengharuskan ia menyalakan kamera. Bermodal menyimak tutorial di TikTok, Reels, hingga Instagram Live, Alvin memberanikan diri untuk potong rambut sendiri.

Ternyata Alvin mengakui tak puas dengan potongan rambutnya. "Hasilnya berbeda jauh dengan jika menggunakan jasa potong rambut di salon. Tapi ya, puas tidak puas," tambahnya.

Alvin bersyukur hanya merapikan rambutnya saja agar tak terlalu panjang. Meski begitu, ia memutuskan untuk tetap memotong rambut sendiri, jika situasi pandemi belum juga mereda.

Ia juga menyampaikan tanggapan orang-orang terdekatnya terkait hasil potong rambut sendiri. Menurutnya, tak sedikit dari mereka yang terkejut dan tertawa, terlebih saat kali pertama Alvin mencoba memotong rambut sendiri.

"Hasilnya parah banget. Tapi ketika melakukan yang kedua kali, mereka sudah mulai terbiasa. Hasilnya memang tidak memuaskan, tapi mereka tahu bahwa aku tidak punya pilihan selain potong rambut sendiri di rumah," tutur Alvin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Potong hingga Warnai Rambut Sendiri

Ilustrasi potong rambut (dok. Pixabay.com/Jo_Johnston)
Ilustrasi potong rambut (dok. Pixabay.com/Jo_Johnston)

Pandemi Covid-19 belum usai, tetapi kehidupan masih terus dijalani. Seperti sesederhana memutuskan potong rambut sendiri, mengingat kondisi krisis kesehatan yang membuat pergerakan kian terbatas.

Salah satu yang akhirnya memilih memotong rambut sendiri adalah seorang pegawai swasta, Nur Aini Hayati. Hal ini tentunya tidak ia lakukan sebelum pandemi melanda.

Ayya, begitu ia akrab disapa, selalu pergi ke salon dan memercayakan potongan rambut di tangan seorang profesional. Meski begitu, ia belum berani untuk kembali melangkah ke salon di masa pandemi.

"Karena takut protokol kesehatannya kurang, namanya di luar banyak orang yang lalu lalang," kata Ayya, saat kepada Liputan6.com, Kamis, 2 September 2021.

Dikatakan Ayya, bekerja dari rumah pada Maret 2020 lalu membuatnya terpikir untuk potong rambut sendiri karena ada banyak video tutorial di media sosial, seperti TikTok. Ia sendiri sudah dua kali potong rambut selama pandemi dengan model layer.

Menurutnya, kreator video-video tersebut menjelaskan secara detail soal potong rambut sendiri. Maka, ia dapat dengan mudah mengaplikasikannya.

"Enggak cuma potong, tapi juga cat rambut. Ada tiga warna, pertama hijau, dihitamkan lagi, lalu warna cokelat agak terang. Kayaknya akan warnai rambut lagi dan mau pilih ash grey," katanya.

Ayya mengaku cukup puas dan takjub dengan hasil potongannya. Bahkan, sampai kakaknya pun meminta bantuan Ayya untuk memotong rambutnya.

Potong Rambut Adik dan Anak-Anak

Ilustrasi potong rambut (dok. Pixabay.com/kaleido-dp)
Ilustrasi potong rambut (dok. Pixabay.com/kaleido-dp)

Membantu memotong rambut saudara juga dilakukan oleh pegawai swasta, Regina Novanda. Ia menyebut, sebelum pandemi, adiknya selalu memilih pergi ke salon ketika ingin potong rambut.

Niat tersebut diurungkan ketika pandemi melanda seantero dunia. "Iya karena pandemi, apa lagi saat itu kasus lagi tinggi-tingginya dan salon banyak tutup," kata Regina kepada Liputan6.com, Kamis, 2 September 2021.

Sebelum melancarkan aksinya, Regina terlebih dahulu melihat video tutorialnya di YouTube. Terhitung sudah dua kali ia membantu memotong rambut adiknya dengan model bob.

"Untung yang dipotong rambutnya perempuan, jadi modelnya bisa lurus aja. Adik juga puas dengan potongan itu karena yang tadinya gerah kini jadi lebih enteng," tambahnya.

Saat pandemi telah usai nanti, dikatakan Regina, adiknya akan kembali ke salon untuk merapikan hasil potongan rambut yang dilakukan di rumah saja. "Gimana pun ada yang miring-miring karena bukan profesional. Tanggapan orang rumah, potongan miring, tapi bagus karena terpaksa dilakukan di pandemi," tutup Regina.

Cerita terakhir datang dari ibu rumah tangga, Lilie Linasari. Lilie, begitu ia akrab disapa, memilih memboyong kedua putranya untuk cukur rambut di salon anak saat pandemi belum melanda.

"Selalu bawa anak-anak ke salon karena enggak punya alat cukur. Sempat pinjam cukuran punya kakak yang ada kabelnya, tapi suara sama getarannya agak kencang, anak-anak jadi agak rewel," kata Lilie kepada Liputan6.com, Kamis, 2 September 2021.

Pandemi mendorong Lilie mencukur sendiri rambut kedua putranya di rumah karena takut dengan adanya penularan Covid-19. Ia lantas membeli alat cukur rambut sendiri yang tidak berkabel dengan suara yang halus.

"Nah, anak-anak anteng. Jadi, alat cukur sangat berpengaruh," lanjutnya.

Tak dipungkiri, Lilie kesulitan saat pertama kali memotong rambut anak-anaknya. "Awalnya salah-salah potongannya, tapi learning by doing. Awalnya dicukur botak, sudah agak bisa, bagian depan rambut dibikin agak panjang," tambahnya.

Infografis Tips Perawatan Rambut di Masa Pandemi

Infografis Tips Perawatan Rambut di Masa Pandemi (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tips Perawatan Rambut di Masa Pandemi (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel