Cerita Andi Mallarangeng Soal Pesawat Kepresidenan dari Era Soeharto

·Bacaan 3 menit

VIVA – Polemik seputar pergantian warna cat pesawat Kepresidenan RI Boeing Bussines Jet (BBJ) 2 tipe 737-800, membuat mantan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Mallarangeng, ikut bercerita. Terutama mengenai pesawat Kepresidenan yang digunakan era Presiden Soeharto hingga sempat digunakan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi Mallarangeng yang juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, dalam akun Instagramnya mengunggah sebuah pesawat Kepresidenan warisan Presiden RI ke-2, Soeharto melalui akun @andi_a_mallarangeng, Kamis, 5 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, pesawat itu buatan British Aerospace BAe 146-200. Warna ekornya kuning keemasan dengan bendera Merah Putih di tengahnya. Badan pesawat berwarna putih dengan lambang Kepresidenan yang juga berwajah kuning emas di samping depan.

"Pesawat ini sejak awalnya dioperasikan oleh Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina," kata Andi Mallarangeng.

Lebih lanjut, kata dia, pesawat ini bermesin empat. Dengan begitu, menjadi sangat aman digunakan orang nomor satu di Indonesia. Namun demikian, jarak tempuhnya sangat terbatas.

Cerita Andi, di awal SBY menjabat sebagai Presiden RI dan diwariskan pesawat Kepresidenan ini, terjadi gempa di Nabire, Papua. Lalu tsunami di Aceh. Presiden SBY langsung memutuskan untuk terbang ke Aceh.

"Dari Jayapura kami menggunakan pesawat Kepresidenan ini terbang ke Aceh. Tapi harus transit isi bahan bakar di Ambon, lalu Makassar, lalu Batam, lalu tiba di Lhokseumawe sore hari menjelang petang. Besok paginya baru kami sampai di Banda Aceh," kata Andi.

"Sangat tidak efisien bahkan untuk penerbangan dalam negeri untuk negara seluas Indonesia," ujarnya melanjutkan.

Itu sebabnya, hingga akhirnya SBY lebih memilih untuk menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang disewa saat melakukan penerbangan jarak menengah dan jauh. Dan akhirnya memutuskan untuk membeli pesawat Kepresidenan baru di ujung masa jabatannya, yang mempunyai jarak tempuh yang lebih jauh.

"Lagi pula, dihitung-hitung ongkosnya lebih murah daripada menyewa pesawat setiap kali," katanya.

Maka, dengan pesawat Kepresidenan yang baru, Presiden berikutnya (yakni Presiden Jokowi) bisa mengunjungi seluruh pelosok Tanah Air dengan sekali penerbangan. Bahkan untuk terbang langsung ke negara-negara ASEAN pun bisa.

"Sampai dan selama 10 tahun era Presiden SBY, pesawat Kepresidenan warisan Pak Harto ini tidak pernah berganti rupa. Presiden-presiden sebelumnya pun tidak pernah mengubah warnanya," katanya.

"Ketika pesawat kepresidenan yang baru telah tiba, di ujung masa jabatan Presiden SBY, pesawat kepresidenan warisan Pak Harto ini kemudian digunakan oleh Wapres Boediono, dan juga oleh Wapres Jusuf Kalla," ujarnya.

Mantan Menpora itu mengatakan, meski berganti pemimpin tetapi warna dan penampilannya tidak berubah. Ia tidak tahu apakah Wapres KH Ma'ruf Amin juga masih menggunakan pesawat warisan Soeharto tersebut.

"Yang jelas, banyak nostalgia dengan pesawat ini. Old plane eventu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Kepresidenan RI Boeing Bussines Jet (BBJ) 2 tipe 737-800, kini berganti warna. Dari awalnya didominasi biru, berubah menjadi Merah dan Putih. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Staf Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono. Ia menjelaskan memang pesawat Kepresidenan RI dilakukan pengecatan ulang.

"Pengecatan Pesawat BBJ-2 sudah direncanakan sejak tahun 2019, terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020. Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ," kata Heru, Selasa, 3 Agustus 2021.

Namun pengecatan untuk pesawat BBJ-2 itu belum dilakukan. Mengingat belum masuk jadwal perawatan rutin. Maka diputuskan, yang dicat ulang adalah Helikopter Super Puma dan Pesawat RJ.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel