Cerita Aries Rinaldi, Berawal dari Kiper Ketiga Lalu Jadi Pilihan Utama dan Antar Persib Sabet Gelar Juara Perserikatan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - Sukses Persib Bandung meraih trofi juara Perserikatan edisi terakhir pada 1993/1994 tak lepas dari peran penting Aries Rinaldi sebagai kiper tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Aksi ciamiknya yang dikenang Bobotoh ketika menjadi pahlawan Maung Bandung dalam drama adu penalti menghadapi Persija Jakarta pada babak semifinal di Stadion Utama Senayan, 15 April 1994.

Aries tercatat dua kali menepis tendangan penalti lawan. Persib akhirnya lolos ke final setelah memenangkan adu penalti itu dengan skor 5-4. Seperti diketahui, Persib akhirnya juara setelah mengalahkan juara bertahan PSM Makassar dengan skor 2-0 pada laga final di stadion sama, 17 April 1994.

Dua gol kemenangan Maung Bandung masing-masing dicetak oleh Yudi Guntara menit ke 26 dan Sutiono Lamso menit 71. Bagi Aries Rinaldi, sukses ini merupakan buah keputusannya memilih tawaran pengurus Persib yang intens mengodanya sejak 1992 atau ketika masih memperkuat PSDS Deli Serdang dan PSMS Medan.

"Sebenarnya, saat memutuskan pindah ke Bandung, saya sempat mikir juga. Karena saya tak otomatis menjadi bagian dari skuad Persib," kenang Aries di channel Youtube Jurnal Opah.

Di Bandung, Aries Rinaldi yang sudah menjadi kiper utama di PSMS pada Piala Pers 1993, harus berkiprah dulu di kompetisi internal Persib bersama PS Pemda Jawa Barat. B

erkat penampilannya ciamiknya, terutama menghalau tendangan penalti lawan, Aries Rinaldi membawa timnya itu meraih juara. Hatinya pun semakin berbunga saat membawa sebuah media yang memuat komentar kapten Persib, Adeng Hudaya.

"Di berita itu tertulis, kang Adeng mewanti-wanti kiper Persib karena ada orang Medan yang siap yang bakal jadi pilihan utama," kisahnya.

Kiper Ketiga di Persib

Persib Bandung Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Persib Bandung Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Berkat suksesnya bersama PS Pemda Jabar, Aries Rinaldi pun masuk dalam skuad Persib menghadapi musim 1993/1994. Namun, ia harus menunggu lama untuk mendapatkan menit bermain karena statusnya hanya kiper ketiga di belakang Gatot Prasetyo dan Samai Setiadi.

Selama kurun waktu enam bulan pertama, Aries hanya duduk di bangku cadangan atau di tribune penonton. "Istilah zaman itu adalah pemain tim doa karena hanya duduk manis menyaksikan rekan-rekan bertanding," terang Aries.

Seiring dengan berjalannnya kompetisi, Aries pun mulai sering di plot sebagai kiper kedua dan diikutkan pada laga tandang Persib. Ketika itu, ia berperan sebagai pelapis Samai yang diplot sebagai kiper utama.

Pada momen itu, Aries hanya bisa pasrah karena penampilan Samai terbilang bagus di bawah mistar gawang Maung Bandung. Termasuk ketika Persib melakukan tur ke Persiraja, PSMS dan Persijatim. Beruntung Aries tak patah arang saat menunggu kesempatan untuk dimainkan oleh Indra Thohir, pelatih Persib musim itu.

Hingga akhirnya kesempatan tampil bersama Persib akhirnya tiba ketika tim menjamu Persija Jakarta di Stadion Siliwangi. Pada pagi hari sebelum pertandingan, Indra memanggil Aries.

"Beliau menyatakan kesiapan saya. Tentu saya jawab siap," kata Aries yang tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Indra.

Pada laga itu, Persib menang telak 3-0 atas Persija. "Saya hanya satu kali melakukan kesalahan. Ketika memutuskan keluar dari kotak untuk memotong bola tapi gagal. Beruntung masih ada Yadi Mulyadi yang berhasil menghalau bola yang sudah meluncur ke gawang," pungkas Aries.

Setelah laga itu, Aries kemudian menjadi kiper utama dan membawa Persib meraih trofi juara musim itu.

Saksikan Video Pilihan Kami: