Cerita Aris Budi Prasetyo, Menolak Tawaran Kontrak Rp1 M dari Selangor dan Memilih Persik

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Sosok Aris Budi Prasetyo pantas masuk dalam daftar bek papan atas yang pernah beredar di Liga Indonesia. Selain postur yang terbilang ideal dengan tinggi 182 cm, pria kelahiran Pasuruan 22 Oktober 1975 juga memiliki skill diatas rata-rata.

Pencapaiannya pun terbilang lumayan. Ia menjadi bagian dari Petrokimia Putera ketika meraih trofi juara Liga Indonesia 2002.Di level turnamen, Aris Budi tercatat dua kali membawa Arema Malang berjaya di Copa Dji Sam Soe atau Piala Indonesia yakni pada 2005 dan 2006.

Pada gelar keduanya bersama Arema di ajang ini, Aris Budi juga dinobatkan sebagai pemain terbaik. Sebelumnya, Aris juga membawa Arema promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia (Liga 1) dengan status juara Divisi Satu (Liga 2) pada 2004.

Aris Budi pun pernah berkiprah di Liga Champions Asia bersama Persik Kediri pada 2007. Penampilan terbaiknya bersama Persik terjadi ketika mengalahkan klub elite Australia, Sidney FC di Stadion Manahan Solo. Pada laga yang dimenangkan Persik dengan skor 2-1 itu, Aris Budi mencetak satu gol.

Suksesnya di level klub membuat nama Aris Budi masuk daftar panggil tim nasional Indonesia yang ditangani Ivan Kolev untuk bersiap mengikuti Piala Asia 2007.

"Tapi, saya gagal jadi bagian dari timnas Indonesia karena cedera lutut," kenang Aris Budi dalam channel youtube Pinggir Lapangan.

Cedera itu pula yang membuat penampilan Aris Budi tak lagi sebaik sebelumnya. Selepas dari Persik, ia sempat jadi bagian Persema Malang saat menjadi runner-up kasta kedua Liga Indonesia pada 2008/2009.

"Saya sempat ditawari manajemen Persema untuk operasi agar cedera ligamen saya sembuh. Tapi, saya menolak dan memutuskan pensiun dari sebagai pemain. Apalagi usia saya saat itu sudah 35 tahun," terang Aris Budi.

Jadi Pelatih dan Politikus

Mantan duo stoper Arema, Aris Budi Prasetiya dan Claudio de Jesus, bertemu lagi di lapangan hijau sebagai pelatih. (Bola.com/Robby Firly)
Mantan duo stoper Arema, Aris Budi Prasetiya dan Claudio de Jesus, bertemu lagi di lapangan hijau sebagai pelatih. (Bola.com/Robby Firly)

Setelah gantung sepatu, Aris Budi memilih berkarier sebagai pelatih. Pada 2011, ia menjadi bagian sukses Persekap Pasuruan promosi ke Liga 2. Pada momen itulah, Aris Budi mendapat tawaran untuk berkiprah di jalur politik.

Prestasi menterengnya sebagai pesepak bola yang mengangkat nama daerah kelahirannya di level nasional dan internasional jadi modal Aris Budi untuk kemudian terpilih sebagai anggota DPRD Pasuruan periode 2014-2019 dan berlanjut di 2019-2024.

Yang menarik disela kesibukannya sebagai anggota dewan, Aris Budi masih sempat menangani Persekap Pasuruan di Liga 2 pada 2016 sebagai pelatih sekaligus manejer.

"Alhamdulilah, Persekap bisa menembus babak 8 Besar meski dana minim. Waktu itu, bantuan dari sponsor hanya Rp750 juta. Saya pun terpaksa menggadaikan aset pribadi untuk menutup biaya operasional tim," ungkap Aris Budi.

Sebagai mantan pemain, Aris Budi menyimpan keinginan bisa mencetak penerusnya di kemudian hari. Inilah yang menjadi alasan dirinya mendirikan akademi sepak bola dengan memakai namanya sebagai brand.

"Saya ingin ada pemain dari Pasuruan yang minimal bisa seperti saya atau bahkan lebih baik," pungkas Aris Budi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini