Cerita Basuni Alwi, Karier yang Singkat Bersama Persebaya karena Penyakit Liver

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Aksi Basuni Alwi sebagai seorang penjaga gawang pernah mewarnai perjalanan Persebaya Surabaya di Liga Indonesia. Pria asli Sidoarjo ini menjadi bagian skuad Bajul Ijo periode 1994 hingga 1997. Kariernya terbilang singkat bersama tim kebanggaan Bonek itu karena penyakit liver yang dideritanya hingga dokter Persebaya menyarankan untuk pensiun dini.

Meski tidak lama di Persebaya Surabaya, Basuni ambil bagian bagian skuat Bajul Ijo ketika meraih trofi juara Liga Indonesia 1996/1997. Sebelumnya, ia membawa tim sepak bola Jawa Timur meraih medali emas di PON 1996.

"Saya terakhir memperkuat Persebaya pada putaran pertama musim 1996/1997 karena sakit. Padahal, saat itu saya berada dalam usia emas," kenang Basuni Alwi dalam channel Youtube Pinggir Lapangan.

Saat berkostum Persebaya, Basuni kerap menjadi pilihan utama dibawah mistar, terutama pada 1994/1995 yang merupakan musim perdananya bersama Persebaya di level senior.

Sebelumnya, Basuni yang seangkatan dengan Anang Ma'ruf dan Bejo Sugiantoro ini sudah memperkuat Persebaya U-21 pada 1993. Ia masuk Persebaya U-21 setelah membawa Persida Sidoarjo juara Piala Soeratin 1991.

Bagi Basuni, jadi bagian dari Persebaya adalah impian masa kecilnya yang akhirnya terwujud. Ia mulai bermain sepak bola sejak kelas enam SD.

Setelah bermain di Piala Soeratin, Basuni direkrut tim PS Mahasiswa yang berkiprah di kompetisi internal Persebaya Surabaya. "Saya bergabung di PS Mahasiswa saat duduk di bangku kelas dua SMA," terang Basuni.

Satu Bulan di Rumah Sakit

Sejatinya, Basuni masih ingin membela Persebaya Surabaya setelah diyatakan sembuh dari penyakitnya. Tapi, ia sulit mencapai level atas karena tidak boleh berlatih dengan program yang berat. Apalagi, pada momen yang sama, Basuni sudah disibukkan dengan pekerjaannya sebagai karyawan PDAM Surabaya.

"Saya sempat menjalani pengobatan selama sebulan di rumah sakit," kata Basuni.

Walikota Surabaya yang juga Ketua Umum Persebaya saat itu, Sunarto Sumoprawiro, pernah menawarkan Basuni agar berobat intensif di Singapura. Tapi, ia menolak secara halus dengan alasan keluarga.

Selepas dari Persebaya, Basuni sempat memperkuat tim kota kelahirannya, Persida Sidoarjo. Tapi, penampilannya tidak lagi seperti dulu.

"Badan saya sudah tambun jadi refleks saya menurun jauh," terang Basuni.

Kini, di luar kesibukannya sebagai karyawan PDAM, ayah dari tiga anak ini masih kerap menyempatkan waktu pada akhir pekan untuk bermain sepak bola bersama mantan pemain lainnya dan berbagi ilmu pada sejumlah SSB di Surabaya dan Sidoarjo.

"Lumayan untuk menjaga kebugaran dan silaturahmi dengan sesama pemain," pungkas Basuni.

Video