Cerita Bos Northstar saat Investasi di Surya Esa Perkasa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Co-founder dan Managing Partner and Memmber of the Investment Committee Northstar Patrick Walujo berbagi cerita mengenai salah satu penempatan investasi dilakukan grup Northstar.

Patrick menuturkan, salah satu pengembalian investasi atau return terbaik investasi di PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), perusahaan yang operasikan kilang LPG dan pabrik amonia swasta terbesar di Indonesia.

Ia menceritakan, pada 2005-2006 bersama Chander Vinod Laroya, Presiden Direktur ESSA yang saat itu baru pensiun dari Indorama mengambil proyek terbengkalai di Sumatera Selatan senilai USD 7 juta atau sekitar Rp 100,22 miliar (asumsi kurs Rp 14.318 per dolar AS).

"Tapi yang paling return hebat banyak yang tidak tahu, invesment di ESSA. Pak Vinod berhasil selesaikan proyek, expenses businessnya apa yang terjadi sekarang di ESSA mulai dari itu, investor tidak tambah uang dari pertama kali itu," ujar dia saat acara webinar Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu (28/8/2021.

Selain itu, Patrick menceritakan, awal investasi di Alfamart juga salah satu yang luar biasa. Saat Nortstar pertama kali investasi di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, saat itu, Alfamart membuka toko sebanyak 600, dan tiap hari 5-10 toko yang buka. Kini toko Alfamart berkembang hingga 20 ribu.

Patrick menuturkan, pihaknya tidak hanya fokus dari imbal hasil investasi saja. Akan tetapi, kalau dilihat dari segi kepuasan, menurut Patrick dengan investasi di Gojek. "Melihat perkembangan Gojek. Gojek mulai dari sebuah ide, small business, pak Nadiem dirikan dan konversikan ke app. Pak Nadiem mewujudkannya, perusahaan bawa social impact luar biasa," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Investasi yang Mengecewakan

Meski demikian, tak selalu investasi yang ditempatkan oleh grup Northstar berjalan baik. Patrick mengatakan, salah satu investasi yang mengecewakan di sektor minyak dan gas.

Awalnya melihat sektor komoditas yang sedang melonjak dengan banyak investasi di komoditas. Kemudian pihaknya investasi di sektor minyak dan gas, tetapi belum sesuai harapan. Hal itu terkait biaya produksi yang tinggi dan regulasi yang rumit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel