Cerita Cinta Terdakwa Narkoba di Semarang, Kekasih Rela Dinikahi dalam Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Suasana haru, sedih sekaligus bahagia menyatu di ruang Joglo Ageng Lapas Semarang, Sabtu (10/6). Saat itu, seorang tahanan bernama Alfin mempersunting kekasih hatinya, Oneng.

Pernikahan digelar secara sederhana dihadiri petugas KUA, keluarga, dan petugas lapas. Kedua mempelai tampak mengenakan busana pengantin. Sementara prosesi itu tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Pasangan pengantin menikah di dalam lapas, karena Alfin terjerat perkara narkoba. Pemuda itu sudah hampir empat bulan mendekam dalam penjara. Saat ini dia tinggal menunggu vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang.

Cinta Tak Terhalang Jeruji Besi

Ijab kabul berlangsung lancar. Mempelai pria tampak gugup, namun suaranya tetap sangat lantang di hadapan petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaliyan, Darun. Dia menikahi Oneng dengan mas kawin seperangkat alat salat.

"Alhamdulillah saya senang, bisa diizinkan untuk menikah di Lapas. Bahagia rasanya karena bisa menikah setelah berpacaran dengan Oneng kurang lebih 2 tahun," ucapnya.

Sementara mempelai wanita berurai air mata. Dia terharu dan bahagia, sekaligus sedih karena suaminya masih berada di penjara. "Saya terharu. Perjalanan hidup ini tidak akan terputus walau cinta kita terhalang oleh kuatnya jeruji besi, kisah cinta ini tidak akan pudar," ucap Oneng.

Kepala Lapas Semarang, Tri Saptono Saptono mengatakan, pernikahan ini hak bagi warga binaan. Namun ada persyaratan yang harus dilengkapi, yakni surat permohonan dan jaminan keluarga.

"Dengan mengikuti prosedur, kami akan bantu memfasilitasi asal syarat substantif dan administratif terpenuhi," jelas Tri Saptono. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel