Cerita Cyndy alumnus Unej yang kuliah "tanpa bayar" hingga lulus

Senyum bahagia terlihat dari pancaran wajah Cyndy Lovitasari karena berhasil lulus dengan pujian atau cumlaude dan meraih IPK 3,91 di Program Studi Agrobisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Mendapatkan gelar Sarjana Pertanian dengan mengenyam pendidikan di bangku kuliah dalam jangka waktu 3 tahun 10 bulan didapatkan mahasiswi berhijab itu dengan tidak mudah karena perlu kerja keras untuk bisa lulus sebelum waktunya itu.

Dan yang lebih unik nan membanggakan, Cyndy tidak pernah mengeluarkan uang dari kantong pribadi atau pemberian orang tuanya untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama mengenyam bangku kuliah hingga lulus tersebut.

Gadis asal Lamongan, Jawa Timur, itu mengaku tidak pernah meminta uang untuk membayar UKT ke orang tuanya karena sering menyabet juara di berbagai lomba dari awal kuliah hingga lulus, sehingga sudah bisa membayar UKT dari uang hadiah.

Kadang-kadang dia bisa memberi mamanya uang dari hasil kejuaraan yang diikuti dan itu menjadi sebuah kebanggaan baginya.

"Saya bisa menyelesaikan kuliah dengan hasil jerih payah sendiri, bisa berdiri di atas kaki sendiri, mandiri," tuturnya dalam perbincangan dengan ANTARA.

Beberapa prestasi yang diraih lulusan Program Studi Agrobisnis Fakultas Pertanian Unej itu diantaranya menjadi finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 34 tahun 2021 di tingkat nasional dan meraih pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa DIKTI 2021.

Tidak hanya itu, prestasi Cyndy di tingkat internasional juga moncer, yakni meraih Medal International Innovation & Invention Competition (I3C) Malaysia 2021, Gold Medal International Youth Business Competition (IYBC) 2021, dan Juara 2 Essay Competition Of Animal Science (COAS) 2021.

Tak puas dengan mencetak prestasi, Cyndy juga aktif menjalani kegiatan kemahasiswaan dan beberapa organisasi yang pernah diikuti selama kuliah, di antaranya menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dan aktif sebagai pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan.

Karena memiliki hobi menari, dia juga ikut di UKM Kesenian untuk mengasah hobinya agar semakin luwes menari.

Mencetak banyak prestasi sambil aktif di kegiatan kemahasiswaan ternyata tak membuat kuliah Cyndy jadi berantakan karena terbukti IPK-nya 3,91 dan selesai sebelum empat tahun.

Ia pun membagikan resep strateginya, yakni bisa menyeimbangkan antara kuliah dan aktivitas di luar adalah dengan fokus pada kegiatan yang dilakukan dan manajemen waktu yang baik.

Saat di kelaspun, mahasiswi berhijab itu berusaha selalu menyimak dan memahami penjelasan materi dari dosen, aktif dalam diskusi kelas dan selalu menyelesaikan tugas tepat waktu.

Selain itu, ia terus mengasah daya berfikir kritis dengan berusaha menguasai materi perkuliahan dengan optimal dengan cara harus belajar secara otodidak seperti meningkatkan literasi dengan membaca buku, jurnal, serta bahan lainnya.

Cyndy tak lupa menyebutkan peran sang ibu dan keluarga dekatnya sebagai modal utama berprestasi karena dibesarkan oleh orang tua tunggal banyak memberikannya pelajaran hidup agar tetap optimis menjalani kehidupan dan tak lupa untuk terus bersyukur.

Dengan begitu tidak heran jika prestasinya lulus dengan predikat cumlaude dipersembahkan untuk sang mama tercinta dan keluarga, serta dengan keyakinan kuat bahwa jika tetap semangat dalam menjalani hidup maka bisa menggapai masa depan yang cerah.

Selepas kuliah, Cyndy ingin mempraktikkan ilmu dan ketrampilan yang sudah diperoleh di bangku kuliah Fakultas Pertanian dengan bekerja di bidang yang masih terkait dengan dunia pertanian, sehingga tertarik dengan bidang pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada mama dan semua keluarga, serta teman-teman baik yang telah mendukungnya hingga mendapatkan predikat cumlaude dalam wisuda yang digelar di Gedung Auditorium Unej pada 22 Oktober 2022.

"Saya berpesan kepada teman-teman pejuang broken home, yang berantakan hanyalah keluargamu, bukan masa depanmu," katanya.

Ia mengatakan bahwa mempunyai keluarga harmonis adalah sebuah privilege, akan tetapi sekalipun tidak punya itu semua, harus mencari privilege lain, sehingga tetaplah menjadi pribadi yang kuat dan selalu bersyukur karena hidup harus terus berlanjut dan segera jemput masa depan cerahmu.

Sekelumit cerita Cindy bisa menjadi inspiratif mahasiswa/i lainnya bahwa persoalan keluarga cerai atau broken home tidak menjadi rintangan untuk terus berprestasi.


Pesan rektor

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengaku bangga dengan banyaknya mahasiswa/i yang terus berprestasi, baik di bidang ilmiah maupun nonilmiah yang diraih para wisudawan.

Pada wisuda periode II terdapat sebanyak 900 wisudawan dan sebanyak 367 orang di antaranya berhasil lulus dengan cumlaude atau predikat dengan pujian atau cumlaude.

Hal itu juga didukung dengan bukti lainnya bahwa 559 wisudawan lulus tepat waktu dengan rata-rata IPK mencapai 3,52 dan semuanya menunjukkan proses belajar mengajar di Universitas Jember sudah berjala di jalur yang benar.

Ia mengatakan bahwa semua lulusan Unej yang sudah dibekali dengan hard skill dan soft skill dapat menggunakannya dalam menjalani tantangan kehidupan di luar kampus.

Lulus kuliah bukan berarti berhenti belajar sebab ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang, serta para alumnus diharapkan juga bisa menjaga nama baik almamater dan selalu terkoneksi dengan kampus melalui keterlibatan di tracer study dan turut serta dalam organisasi Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje).

Selain Cyndy, rasa bangga sebagai salah satu lulusan dengan predikat lulus dengan pujian diraih oleh Mufidatul Islamiyah dari FKIP. Gadis asal Gresik itu meraih IPK 3,96 terpaut nol koma satu saja dari sang pemuncak, Fita Andikaningrum dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian.

Mufida mengatakan prestasi tersebut dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, pasangan Moh. Sholeh dan Siti Arofah karena sumber prestasinya berasal dari dorongan semangat dan doa orang tuanya.

Menurutnya m​​​​​​enjadi seorang mahasiswa tentu menghadapi proses perjuangan yang tidak mudah, sehingga manfaatkanlah waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin.