Cerita dari Evakuasi Korban Gempa Cianjur: Jasad Ibu Anak Ditemukan Sedang Berpelukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Gempa Cianjur sudah lima hari berlalu. Tetapi proses pencarian warga hilang masih terus dilakukan.

Setiap hari, tim SAR gabungan Polri-TNI dan Basarnas melakukan berbagai upaya penyelamatan. Mereka berusaha membongkar bongkahan puing bangunan yang membentuk gunungan. Tim juga tak lelah menggali tanah memastikan tak ada warga tertimbun di dalamnya.

Tak ada upaya yang sia-sia. Satu per satu warga yang hilang ditemukan. Hari ini, tim SAR gabungan mengevakuasi lima jenazah korban gempa Cianjur yang tertimbun longsor akibat pergerakan tanah di Kampung Cugenang, Desa Cijedil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Jenazah ditemukan setelah Polri dan Basarnas mengerahkan anjing pelacak atau K9. Dibantu dua alat berat dari PUPR.

"Kelima jenazah tersebut merupakan ibu dan anak yang sedang berpelukan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, di Cianjur, Jumat (25/11).

Proses evakuasi warga korban gempa yang tertimbun longsor tidak mudah. Butuh berhari-hari. Seperti temuan korban hari ini, pencarian sudah dilakukan sejak Selasa (22/11).

Medan yang sulit, tanah longsoran yang masih bergerak setiap gempa susulan terjadi, ditambah hujan yang sering turun menjadi kendala yang harus dihadapi personel SAR.

Tidak hanya itu, itu, topografi Kampung Cugenang berada di lerengan dan akses menuju lokasi cuma bisa dilalui kendaraan roda dua juga menjadi kendala tersendiri. Namun dalam misi kemanusian, hambatan bukan jadi penghalang. Justru penyemangat.

Saat menyelamatkan lima jenazah, medan dihadapi juga tak mudah. Mereka tertimbun dalam dan lokasinya dekat aliran sungai.

"Pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan tandu bambu oleh enam orang personil gabungan di TKP," katanya.

Lima jenazah yang ditemukan hari ini langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk proses identifikasi. Polri dan tim gabungan bakal terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh korban gempa bumi dan longsor yang masih hilang di sepanjang wilayah Cianjur Jawa Barat.

"Kami tidak akan berhenti sampai di sini, Polri dan tim gabungan bakal terus melakukan pencarian terhadap seluruh korban gempa bumi dan longsor di Cianjur," tuturnya.

Seperti diketahui, pengerahan K9 oleh Polri sudah dilakukan sejak awal pencarian. Pengerahan personel dilakukan dari Polri, TNI, dan Basarnas.

Daerah Cugenang merupakan wilayah terdampak paling parah usai longsor dan gempa Cianjur dan Sejumlah warga masih dikabarkan hilang di sana.

Berdasarkan data dari BNPB hingga hari Kamis (24/11/2022) sore, tercatat korban meninggal bertambah menjadi 272 orang. Jumlah tersebut bertambah seiring dengan tim SAR gabungan yang menemukan korban meninggal dunia atas nama Nining (64).

Dari 272 korban tersebut, 165 jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, 107 jenazah lainnya masih terus dicari identitasnya. Demikian dikutip dari Antara. [lia]