Cerita Dedi Kusnandar: Mengenang Kisah Manis Jadi Juara Bersama Pelita Jaya U-21

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bandung - Pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar, dikenal sebagai gelandang elegan di sepak bola Indonesia. Ketenangan dalam mengolah bola dan umpan terukurnya kerap membuat tim lawan kerepotan.

Tidak heran pelatih Robert Alberts memberikan kepercayaan lebih untuk mengisi skuad inti Persib Bandung. Sejauh ini, Dado, sapaan karib Dedi Kusnandar, sudah mencatatkan 13 penampilan dari 17 laga yang dimainkan oleh Maung Bandung di BRI Liga 1 2021/2022.

Bakat Dado dalam bermain sepak bola memang sudah tercium sejak masih muda. Pemain kelahiran Jatinangor, Sumedang, ini pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia U-19 2009.

Dedi Kusnandar juga sukses mengantarkan Pelita Jaya U-21 menyabet gelar juara Liga Indonesia U-21. Pelita Jaya yang diasuh Djadjang Nurdjaman, berhasil mengalahkan Persita Tangerang di partai final.

Termuda di Skuad Juara

Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar. (Bola.com/Erwin Snaz)
Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar. (Bola.com/Erwin Snaz)

Dedi Kusnandar mengaku senang bisa meraih pencapaian terbaik di event nasional. Apalagi, saat itu dia merupakan pemain paling muda di Pelita Jaya dan bertindak sebagai kapten.

"Perasaan pasti senang karena itu level nasional, yang paling senang waktu itu usia saya paling muda dan kapten terus debut pertama di Liga Indonesia U-21 dan masih sekolah," papar Dado dalam channel YouTube Tiento Indonesia.

"Dan itu yang enggak disangka karena banyak pemain nasional yang sebelumnya saya lihat di televisi. Makanya saya enggak kepikiran jadi pemain terbaik dan juara," lanjutnya.

Selalu Berusaha Tampil Maksimal

Dedi Kusnandar ketika membela Arema pada 2013. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Dedi Kusnandar ketika membela Arema pada 2013. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Saat mengikuti ajang tersebut, mantan pemain Arema dan Persebaya ini memang memiliki tekad besar untuk bisa memberikan banyak kontribusi untuk tim. Sehingga, Dedi Kusnandar selalu tampil maksimal dalam setiap pertandingan.

"Mungkin dari proses, enggak ada yang enggak mungkin dengan usaha dan keinginan yang kuat, alhamdulillah bisa mendapatkannya," terang Dado.

Setelah berhasil menjuarai Liga Indonesia U-21, Dado mencoba peruntungan untuk bergabung dengan tim senior Pelita Jaya. Dado lebih dulu menjalani seleksi hingga akhirnya lolos.

"Dulu yang mengajak masuk Pelita Jaya itu Jajang Mulyana, karena memang tetangga sesama orang Jatinangor. Dia bilang coba saja seleksi dan dulu itu pelatihnya Fandi Ahmad," ujar Dado.

Sumber: YouTube Tiento Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel