Cerita di Balik Keputusan Mbak Kuntilanak Jualan Papeda di Pinggir Jalan

Liputan6.com, Jakarta Jagat maya dihebohkan kemunculan perempuan berdandan mirip kuntilanak yang berjualan papeda di pinggir jalan. Sosok di balik tampilan itu bernama Lia Afidah (30).

Kepada Liputan6.com, Lia mengaku sering menggunakan kostum unik saat berdagang keliling. Sebelum pandemi, ia menjajakan dagangannya dengan berbagai kostum, mulai dari seragam SD, seragam SMA, hingga guru, lantaran ia berjualan di lingkungan sekolah.

Namun, pandemi memaksa aktivitas belajar mengajar pindah ke rumah masing-masing siswa. Dagangan Lia pun sepi pembeli. Dia memutar otak agar bisa bisa terus mendapat pemasukan.

"Saya hanya mikir kepingin bikin heboh aja, coba anak-anak pada takut apa ndak (atau tidak). Eh ndak taunya (tidak tahunya) mereka malah suka (Lia menggunakan kostum kuntilanak)," ujar Lia, Kamis, 23 September 2021.

"Herannya kalau pakai kostum biasa ala cewek cantik, ndak (tidak) pada suka," tambah Lia.

Berkat penampilannya yang mirip kuntilanak ketika berjualan, pendapatannya pun meningkat. Perempuan yang akrab disapa Liyak Keling itu mengaku pendapatannya hanya sekitar Rp 100 ribu per hari ketika tidak menggunakan kostum kuntilanak.

"Kalau pake kuntilanak pendapatan bertambah, dari yang Rp100 ribu per hari, bisa sampe 200-an (ribu rupiah) sampai 500-an (ribu rupiah), kalau full tidak istirahat," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bikin Tak Takut

Jajanan papeda buatan Lia. (dok. Khairun Nisa)
Jajanan papeda buatan Lia. (dok. Khairun Nisa)

Selain pendapatannya meningkat, Lia mengaku aksinya itu berbuah hal positif bagi pembeli. Menurut dia, anak-anak dan orang dewasa yang sebelumnya takut dengan sosok tak kasat mata ini menjadi tidak takut lagi karena sudah pernah melihat dirinya berjualan menggunakan kostum kuntilanak.

Sempat beberapa anak yang melihatnya berjualan, meminta dirinya menggunakan kostum ala anak punk. Ia sempat memenuhinya tetapi hanya sekali saja.

"Karena tidak baik dipandang," ujar Lia.

Dia mengaku lebih senang berjualan keliling dibandingkan mangkal di satu tempat. Pada 2019, Lia pernah membuka warung, tetapi justru ia merasa lebih lelah dan merepotkan.

"Kalau jualan keliling lebih asyik aja lihat dunia luar," tutur dia.

Viral di Medsos

Potret penjual papeda berbusana kuntilanak yang sedang tertawa. (dok. TikTok @khorunnisa348 / https://vt.tiktok.com/ZSe1QMJwy/ / Gabriella Ajeng Larasati)
Potret penjual papeda berbusana kuntilanak yang sedang tertawa. (dok. TikTok @khorunnisa348 / https://vt.tiktok.com/ZSe1QMJwy/ / Gabriella Ajeng Larasati)

Sebelumnya, sosok penjual papeda berkostum kuntilanak menjadi viral setelah diunggah akun TikTok @khoirunnisa3288. Dalam video itu, perempuan penjual itu menggunakan busana serba putih. Rambut hitamnya digerai bebas agar lebih meyakinkan sebagai kuntilanak.

Ketika pemilik akun TikTok @khoirunnisa3288 merekam aksi penjual berbusana kuntilanak, tampak penjual melihat tajam ke arah perekam dan kemudian tertawa agak melengking dengan ekspresi datar. Cukup membuat bulu kuduk berdiri bagi orang yang mendengarnya.

Meski begitu tangannya lihai mempersiapkan pesanan papeda. Sesekali tampak sang penjual menoleh kanan dan kiri.

Video tersebut diberi keterangan ‚ÄėPapeda mbk kuntiūüėā‚Äô dan telah disukai oleh 230,4 ribu pengguna akun TikTok dengan 5912 komentar. Diketahui, penjual berbusana kuntilanak ini menjajakan papeda di daerah Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah.

Tampilan Kekinian Camilan Tradisional

Infografis tampilan kekinian camilan tradisional. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis tampilan kekinian camilan tradisional. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel