Cerita di Balik Vaksinasi Covid-19 ke Pedagang Tanah Abang: Ketakutan Jadi Titan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengantre di lantai 8 Blok A sejak sebelum pukul 08.00 WIB, Rabu 17 Februari 2021. Mereka hendak mengikuti vaksinasi Covid-19 pagi itu.

Total, ada seribuan pedagang yang mengikuti vaksinasi tahap kedua perdana. Mereka menjadi percontohan untuk pedagang yang disuntik vaksin Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pedagang pasar mendapat vaksin Covid-19 tahap dua karena kerap bersinggungan dengan masyarakat setiap harinya.

"Jadi kenapa pedagang pasar karena kan mereka setiap hari bertemu langsung pembeli, dengan divaksin mereka akan memeliki imun yang lebih baik, kemudian Pasar Tanah Abang ini juga sebagai pilot project bagi para pedagang pasar nantinya di seluruh Indonesia juga akan mendapat vaksinasi Covid-19," kata Budi di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu.

Liputan6.com melakukan reportase langsung jalannya vaksinasi Covid-19 kemarin. Kepada Liputan6.com, mereka mengaku siap untuk menerima dosis pertama vaksin.

"Siap saya divaksin," kata Jery, pria yang setiap harinya bekerja sebagai penjual kain di Tanah Abang.

Dia juga bercerita, tidak ada alur yang membuatnya kesulitan hingga mendapat vaksin.

"Minggu lalu saya didata petugas sensus PD Pasar Jaya, dapat kupon beberapa hari setelah sensus, lalu hari ini divaksin hari ini," ujar Jery.

Dia juga mengaku, sebelum masuk ruang vaksinasi, melewati cek validasi untuk mengonfirmasi data kupon dan KTP asli sesuai dengan data penerima vaksin Covid-19.

"Iya dicek dulu di luar, namanya harus sama dengan di KTP," kata Jery.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Ketakutan Jadi Titan

Salah satu pedagang Pasar Tanah Abang yang mendapat vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Salah satu pedagang Pasar Tanah Abang yang mendapat vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Cerita berbeda dituturkan Dewi Rosmala. Seorang ibu yang bekerja sebagai karyawan toko di salah satu ruko di Blok A Pasar Tanah Abang itu mengaku, awalnya takut untuk divaksin.

"Awalnya takut, ditakut-takutin juga sama anak saya, katanya bisa jadi Titan," kata Dewi.

Dewi menambahkan, informasi itu didapatkan anaknya dan dilihatnya langsung di sosial media. Titan adalah animasi fiksi dari Jepang dari manga Attack on Titan yang tengah booming dan bercerita tentang seorang yang berubah menjadi monster setelah disuntik laiknya vaksinasi.

Apalagi cerita soal Titan juga semakin ramai, saat dr Tirta beberapa waktu lalu juga sempat membahas hal itu di media sosial pribadinya. Tirta menegaskan tidak ada yang berubah jadi Titan saat divaksin Covid-19.

Selain soal Titan, hoaks soal vaksinasi Covid-19 memang beragam. Sempat viral kabar vaksin Covid-19 memiliki chip. Namun, hal itu secara tegas dibantah oleh Juru Bicara PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto.

Dia memastikan vaksin Sinovac yang dipakai di Indonesia tidak memiliki chip.

"Itu hoaks. Di kita, kalau partikel saja tidak boleh ada (di vaksinnya), apalagi chip," ucap Bambang saat dihubungi Cek Fakta Liputan6.com, Selasa (19/1/2021).

Bantahan ini juga diperkuat oleh Dr Jurate Ivanaviciene. Dokter asal Amerika Serikat itu menyebut klaim ini merupakan hoaks yang mengada-ada.

"Ini sama sekali tidak benar. Vaksin covid-19 tidak mengandung microchip," katanya, seperti dikutip dari CT Post.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: