Cerita Diana Puspita Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Bukan hal yang mudah ketika para pelaku bisnis berhasil bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lama ini. Termasuk aktris cantik Diana Puspita yang belakangan merambah bisnis kedai kopi.

Diana menyatakan bahwa kata yang tepat untuk menggambarkan perjuangannya ketika memilih bertahan selama pandemi adalah menangis. Namun, ia bersyukur karena ternyata bisa mempertahankan bisnisnya tersebut sampai setahun.

"Menangis ya. Tapi dengan adanya perayaan satu tahun ini mengingatkan betapa kuatnya tim kami melewati PPKM," kata Diana di kedai kopi miliknya bernama Living Room, Jalan Kemang Raya, Jalarta Selatan, baru-baru ini.

TERKAIT: Thalita Latief Tepis Isu Bukan Pelakor, Irena Fabiola: Waktu Akan Menjawab

TERKAIT: Pengakuan Marshanda Tak Tidur 14 Hari Akibat Nekat Turunkan Dosis Obat Bipolar

TERKAIT: Banyak Pria yang Mendekati, Celine Evangelista Masih Ingin Fokus Kerja dan Perbanyak Waktu untuk Anak

Penuh Tantangan

Diana Puspita (Istimewa)
Diana Puspita (Istimewa)

Diana menambahkan jika betapa dirinya bergelut dengan beragam tantangan kala musim pandemi berlangsung. Selain adanya pendapatan yang berkurang karena adanya aturan PPKM, juga karena beberapa karyawannya terjangkit sakit.

"Banyak banget tantangannya, selain PPKM, banyak (karyawan) yang sakit juga," imbuhnya.

Namun, diantara banyak cobaan tersebut, pesinetron Catatan Harian Aisha itu memiliki satu acuan yang membuatnya mampu bertahan. Ya, pelanggan merupakan satu faktor penting kenapa dirinya rela bertahan meski terseok-seok.

"Alhamdulillahnya, ketika saya tahu banyak customer yang menanti kami buka, jadi kayak menguatkan saya dan tim untuk fight terus. Walau kesandung-sandung, tapi ingat tujuan kami," paparnya.

Layaknya di Rumah

Diana Puspita (Istimewa)
Diana Puspita (Istimewa)

Diana Puspita, ketika mengambil nama Living Room sebagai nama kedai kopinya tentu saja bukan tanpa alasan. Ia menjanjikan bahwa setiap orang yang bertamu ke kedainya akan merasakan bagaimana suasana kehangatan layaknya di rumah.

Terlebih ketika didukung dengan menu-menu sederhana dan dikenal luas seperti Chizzu speculoos koffie, fiber klepon koffie, dan tante dee ice coffee. Selain itu, ada juga sejumlah hidangan lain yang bisa dinikmari, seperti burger dan nasi goreng.

"Pokoknya kalau masuk sini seperti masuk ke rumah sendiri," tutur Diana yang masih yakin bisnis kedai kopi masih bisa berkembang.

"Karena sekarang kopi bukan sekadar tren, tapi bagian dari keseharian.. kayak ada yang kurang kalau nggak ngopi," ujar Diana yang berharap bisa memperluas jaringan bisnisnya di kawasan Tangerang Selatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel